<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nurlis&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://nurlis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nurlis.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Nov 2009 06:44:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nurlis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nurlis&#039;s Blog</title>
		<link>http://nurlis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nurlis.wordpress.com/osd.xml" title="Nurlis&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nurlis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Politik Islam</title>
		<link>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/politik-islam/</link>
		<comments>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/politik-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 06:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlis</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlis.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Politik di dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah siyasah. Oleh sebab itu, di dalam buku-buku para ulama salafush shalih dikenal istilah siyasah syar’iyyah, misalnya. Dalam Al Muhith, siyasah berakar kata sâsa &#8211; yasûsu. Dalam kalimat Sasa addawaba yasusuha siyasatan berarti Qama ‘alaiha wa radlaha wa adabbaha (mengurusinya, melatihnya, dan mendidiknya). Bila dikatakan sasa al amra [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=41&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Politik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik">Politik</a> di dalam <a title="Bahasa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab">bahasa Arab</a> dikenal dengan istilah <em>siyasah</em>. Oleh sebab itu, di dalam buku-buku para <a title="Ulama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ulama">ulama</a> <a title="Salafush shalih (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salafush_shalih&amp;action=edit&amp;redlink=1">salafush shalih</a> dikenal istilah <em>siyasah syar’iyyah</em>, misalnya. Dalam Al Muhith, <em>siyasah</em> berakar kata <em>sâsa</em> &#8211; <em>yasûsu</em>. Dalam kalimat <em>Sasa addawaba yasusuha siyasatan</em> berarti <em>Qama ‘alaiha wa radlaha wa adabbaha</em> (mengurusinya, melatihnya, dan mendidiknya). Bila dikatakan <em>sasa al amra artinya dabbarahu</em> (mengurusi/mengatur perkara).</p>
<p>Jadi, asalnya makna siyasah (politik) tersebut diterapkan pada pengurusan dan pelatihan gembalaan. Lalu, kata tersebut digunakan dalam pengaturan urusan-urusan manusia; dan pelaku pengurusan urusan-urusan <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> tersebut dinamai <a title="Politikus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politikus">politikus</a> (<em>siyasiyun</em>). Dalam realitas bahasa Arab dikatakan bahwa <a title="Ulil amri (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ulil_amri&amp;action=edit&amp;redlink=1">ulil amri</a> mengurusi (<em>yasûsu</em>) rakyatnya saat mengurusi urusan rakyat, mengaturnya, dan menjaganya. Begitu pula dalam perkataan <a title="Orang Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Arab">orang Arab</a> dikatakan : ‘Bagaimana mungkin rakyatnya terpelihara (<em>masûsah</em>) bila pemeliharanya ngengat (<em>sûsah</em>)’, artinya bagaimana mungkin kondisi rakyat akan baik bila pemimpinnya rusak seperti ngengat yang menghancurkan kayu. Dengan demikian, politik merupakan pemeliharaan (ri’ayah), perbaikan (ishlah), pelurusan (taqwim), pemberian arah petunjuk (irsyad), dan pendidikan (ta`dib).</p>
<p><a title="Rasulullah SAW" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasulullah_SAW">Rasulullah SAW</a> sendiri menggunakan kata politik (siyasah) dalam sabdanya : &#8220;Adalah <a title="Bani Israil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Israil">Bani Israil</a>, mereka diurusi urusannya oleh para <a title="Nabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi">nabi</a> (<em>tasusuhumul anbiya</em>). Ketika seorang nabi wafat, nabi yang lain datang menggantinya. Tidak ada nabi setelahku, namun akan ada banyak para <a title="Khalifah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah">khalifah</a>&#8221; (HR. <a title="Imam Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari">Bukhari</a> dan <a title="Imam Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Muslim">Muslim</a>). Teranglah bahwa politik atau <em>siyasah</em> itu makna awalnya adalah mengurusi urusan masyarakat. Berkecimpung dalam politik berarti memperhatikan kondisi kaum muslimin dengan cara menghilangkan kezhaliman penguasa pada kaum muslimin dan melenyapkan kejahatan musuh kafir dari mereka. Untuk itu perlu mengetahui apa yang dilakukan penguasa dalam rangka mengurusi urusan kaum muslimin, mengingkari keburukannya, menasihati pemimpin yang mendurhakai rakyatnya, serta memeranginya pada saat terjadi kekufuran yang nyata (<em>kufran bawahan</em>) seperti ditegaskan dalam banyak <a title="Hadits" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits">hadits</a> terkenal. Ini adalah perintah Allah SWT melalui Rasulullah SAW. Berkaitan dengan persoalan ini <a title="Nabi Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad">Nabi Muhammad</a> SAW bersabda :</p>
<dl>
<dd>&#8220;Siapa saja yang bangun pagi dengan gapaiannya bukan Allah maka ia bukanlah (hamba) Allah, dan siapa saja yang bangun pagi namum tidak memperhatikan urusan kaum muslimin maka ia bukan dari golongan mereka.&#8221; (HR. <a title="Imam Al Hakim (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Imam_Al_Hakim&amp;action=edit&amp;redlink=1">Al Hakim</a>)</dd>
</dl>
<p>Rasulullah ditanya oleh sahabat tentang <a title="Jihad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jihad">jihad</a> apa yang paling utama. Ia menjawab : &#8220;Kalimat haq yang disampaikan pada penguasa&#8221; (HR. <a title="Imam Ahmad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Ahmad">Ahmad</a>).</p>
<p>Berarti secara ringkas <strong>Politik Islam</strong> memberikan pengurusan atas urusan seluruh umat <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a>.</p>
<p>Namun, realitas politik demikian menjadi pudar saat terjadi kebiasaan umum masyarakat dewasa ini baik perkataan maupun perbuatannya menyimpang dari kebenaran Islam yang dilakukan oleh mereka yang beraqidahkan <a title="Sekularisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sekularisme">sekularisme</a>, baik dari kalangan non muslim atau dari kalangan umat Islam. Jadilah politik disifati dengan kedustaan, tipu daya, dan penyesatan yang dilakukan oleh para politisi maupun penguasa. Penyelewengan para politisi dari kebenaran Islam, kezhaliman mereka kepada masyarakat, sikap dan tindakan sembrono mereka dalam mengurusi masyarakat memalingkan makna lurus politik tadi. Bahkan, dengan pandangan seperti itu jadilah penguasa memusuhi rakyatnya bukan sebagai pemerintahan yang shalih dan berbuat baik. Hal ini memicu propaganda kaum sekularis bahwa politik itu harus dijauhkan dari agama (Islam). Sebab, orang yang paham akan agama itu takut kepada Allah SWT sehingga tidak cocok berkecimpung dalam politik yang merupakan dusta, kezhaliman, pengkhianatan, dan tipu daya. Cara pandang demikian, sayangnya, sadar atau tidak mempengaruhi sebagian kaum muslimin yang juga sebenarnya ikhlas dalam memperjuangkan Islam. Padahal propaganda tadi merupakan kebenaran yang digunakan untuk kebathilan (Samih ‘Athief Az Zain, As Siyasah wa As Siyasah Ad Dauliyyah, hal. 31-33). Jadi secara ringkas <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> tidak bisa dipisahkan dari politik</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlis.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlis.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlis.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlis.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlis.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlis.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlis.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=41&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/politik-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93f7f69db5eb5dd46341ca5e2a1626a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurlis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum internasional</title>
		<link>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/hukum-internasional/</link>
		<comments>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/hukum-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 06:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlis</dc:creator>
				<category><![CDATA[hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlis.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Hukum internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional. Pada awalnya, Hukum Internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antar negara namun dalam perkembangan pola hubungan internasional yang semakin kompleks pengertian ini kemudian meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional dan, pada batas tertentu, perusahaan multinasional dan individu. Hukum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=38&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hukum internasional</strong> adalah bagian <a title="Hukum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum">hukum</a> yang mengatur aktivitas entitas berskala <a title="Internasional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Internasional">internasional</a>. Pada awalnya, Hukum Internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antar negara namun dalam perkembangan pola hubungan internasional yang semakin kompleks pengertian ini kemudian meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional dan, pada batas tertentu, perusahaan multinasional dan individu.</p>
<p>Hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antar bangsa atau hukum antar negara. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum antar bangsa atau hukum antar negara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara.</p>
<p>Hukum Internasional merupakan keseluruhan kaedah dan asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara antara:</p>
<p>(i) negara dengan negara<br />
(ii) negara dengan subyek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain.</p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td>
<div id="toctitle">
<h2>Daftar isi</h2>
<p>[<a id="togglelink" href="toggleToc()">sembunyikan</a>]</p>
</div>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional#Perbedaan_dan_persamaan">1 Perbedaan dan persamaan</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional#Bentuk_Hukum_internasional">2 Bentuk Hukum internasional</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional#Hukum_Internasional_dan_Hukum_Dunia">3 Hukum Internasional dan Hukum Dunia</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional#Masyarakat_dan_Hukum_Internasional">4 Masyarakat dan Hukum Internasional</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional#Sejarah_dan_Perkembangannya">5 Sejarah dan Perkembangannya</a>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional#Kebudayaan_Yahudi">5.1 Kebudayaan Yahudi</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional#Abad_pertengahan">5.2 Abad pertengahan</a>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional#Perjanjian_Westphalia">5.2.1 Perjanjian Westphalia</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional#Ciri-ciri_masyarakat_Internasional">5.2.2 Ciri-ciri masyarakat Internasional</a></li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional#Tokoh_Hukum_Internasional">6 Tokoh Hukum Internasional</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>//</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Perbedaan dan persamaan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_internasional&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>] Perbedaan dan persamaan</h2>
<p>Hukum Internasional publik berbeda dengan Hukum Perdata Internasional. Hukum Perdata Internasional ialah keseluruhan kaedah dan asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas negara atau hukum yang mengatur hubungan hukum perdata antara para pelaku hukum yang masing-masing tunduk pada hukum perdata (nasional) yang berlainan. Sedangkan Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara (hubungan internasional) yang bukan bersifat perdata.</p>
<p>Persamaannya adalah bahwa keduanya mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara(internasional). Perbedaannya adalah sifat hukum atau persoalan yang diaturnya (obyeknya).</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Bentuk Hukum internasional" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_internasional&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>] Bentuk Hukum internasional</h2>
<p>Hukum Internasional terdapat beberapa bentuk perwujudan atau pola perkembangan yang khusus berlaku di suatu bagian dunia (region) tertentu :</p>
<dl>
<dt>Hukum Internasional Regional </dt>
<dd>Hukum Internasional yang berlaku/terbatas daerah lingkungan berlakunya, seperti Hukum Internasional Amerika / Amerika Latin, seperti konsep landasan kontinen (Continental Shelf) dan konsep perlindungan kekayaan hayati laut (conservation of the living resources of the sea) yang mula-mula tumbuh di Benua Amerika sehingga menjadi hukum Internasional Umum.</dd>
</dl>
<dl>
<dt>Hukum Internasional Khusus </dt>
<dd>Hukum Internasional dalam bentuk kaedah yang khusus berlaku bagi negara-negara tertentu seperti Konvensi Eropa mengenai HAM sebagai cerminan keadaan, kebutuhan, taraf perkembangan dan tingkat integritas yang berbeda-beda dari bagian masyarakat yang berlainan. Berbeda dengan regional yang tumbuh melalui proses hukum kebiasaan.</dd>
</dl>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Hukum Internasional dan Hukum Dunia" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_internasional&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>] Hukum Internasional dan Hukum Dunia</h2>
<p>Hukum Internasional didasarkan atas pikiran adanya masyarakat internasional yang terdiri atas sejumlah negara yang berdaulat dan merdeka dalam arti masing-masing berdiri sendiri yang satu tidak dibawah kekuasaan lain sehingga merupakan suatu tertib hukum koordinasi antara anggota masyarakat internasional yang sederajat.</p>
<p>Hukum Dunia berpangkal pada dasar pikiran lain. Dipengaruhi analogi dengan Hukum Tata Negara (constitusional law), hukum dunia merupakan semacam negara (federasi) dunia yang meliputi semua negara di dunia ini. Negara dunia secara hirarki berdiri di atas negara-negara nasional. Tertib hukum dunia menurut konsep ini merupakan suatu tertib hukum subordinasi.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Masyarakat dan Hukum Internasional" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_internasional&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>] Masyarakat dan Hukum Internasional</h2>
<ul>
<li>Adanya masyarakat-masyarakat Internasional sebagai landasan sosiologis hukum internasional.</li>
</ul>
<ol>
<li>Adanya suatu masyarakat Internasional. Adanya masyarakat internasional ditunjukkan adanya hubungan yang terdapat antara anggota masyarakat internasional, karena adanya kebutuhan yang disebabkan antara lain oleh pembagian kekayaan dan perkembangan industri yang tidak merata di dunia seperti adanya perniagaan atau pula hubungan di lapangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, keagamaan, sosial dan olah raga mengakibatkan timbulnya kepentingan untuk memelihara dan mengatur hubungan bersama merupakan suatu kepentingan bersama. Untuk menertibkan, mengatur dan memelihara hubungan Internasional inilah dibutuhkan hukum dunia menjamin unsur kepastian yang diperlukan dalam setiap hubungan yang teratur. Masyarakat Internasional pada hakekatnya adalah hubungan kehidupan antar manusia dan merupakan suatu kompleks kehidupan bersama yang terdiri dari aneka ragam masyarakat yang menjalin dengan erat.</li>
<li>Asas hukum yang bersamaan sebagai unsur masyarakat hukum internasional. Suatu kumpulan bangsa untuk dapat benar-benar dikatakan suatu masyarakat Hukum Internasional harus ada unsur pengikat yaitu adanya asas kesamaan hukum antara bangsa-bangsa di dunia ini. Betapapun berlainan wujudnya hukum positif yang berlaku di tiap-tiap negara tanpa adanya suatu masyarakat hukum bangsa-bangsa merupakan hukum alam (naturerech) yang mengharuskan bangsa-bangsa di dunia hidup berdampingan secara damai dapat dikembalikan pada akal manusia (ratio) dan naluri untuk mempertahankan jenisnya.</li>
</ol>
<ul>
<li>Kedaulatan Negara : Hakekat dan Fungsinya Dalam Masyarakat Internasional.</li>
</ul>
<p>Negara dikatakan berdaulat (sovereian) karena kedaulatan merupakan suatu sifat atau ciri hakiki negara. Negara berdaulat berarti negara itu mempunyai kekuasaan tertentu. Negara itu tidak mengakui suatu kekuasaan yang lebih tinggi daripada kekuasaannya sendiri dan mengandung 2 (dua) pembatasan penting dalam dirinya:</p>
<ol>
<li>Kekuasaan itu berakhir dimana kekuasaan suatu negara lain mulai.</li>
<li>Kekuasaan itu terbatas pada batas wilayah negara yang memiliki kekuasaan itu.</li>
</ol>
<p>Konsep kedaulatan, kemerdekaan dan kesamaan derajat tidak bertentangan satu dengan lain bahkan merupakan perwujudan dan pelaksanaan pengertian kedaulatan dalam arti wajar dan sebagai syarat mutlak bagi terciptanya suatu masyarakat Internasional yang teratur.</p>
<ul>
<li>Masyarakat Internasional dalam peralihan: perubahan-perubahan dalam peta bumi politik, kemajuan teknologi dan struktur masyarakat internasional.</li>
</ul>
<p>Masyarakat Internasional mengalami berbagai perubahan yang besar dan pokok ialah perbaikan peta bumi politik yang terjadi terutama setelah <a title="Perang Dunia II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II">Perang Dunia II</a>. Proses ini sudah dimulai pada permulaan abad XX mengubah pola kekuasaan politik di dunia. Timbulnya negara-negara baru yang merdeka, berdaulat dan sama derajatnya satu dengan yang lain terutama sesudah Perang Dunia</p>
<ul>
<li>Perubahan Kedua ialah kemajuan teknologi.</li>
</ul>
<p>Kemajuan teknologi berbagai alat perhubungan menambah mudahnya perhubungan yang melintasi batas negara.</p>
<p>Perkembangan golongan ialah timbulnya berbagai organisasi atau lembaga internasional yang mempunyai eksistensi terlepas dari negara-negara dan adanya perkembangan yang memberikan kompetensi hukum kepada para individu. Kedua gejala ini menunjukkan bahwa disamping mulai terlaksananya suatu masyarakat internasional dalam arti yang benar dan efektif berdasarkan asas kedaulatan, kemerdekaan dan persamaan derajat antar negara sehingga dengan demikian terjelma Hukum Internasional sebagai hukum koordinasi, timbul suatu komplek kaedah yang lebih memperlihatkan ciri-ciri hukum subordinasi.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Sejarah dan Perkembangannya" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_internasional&amp;action=edit&amp;section=5">sunting</a>] Sejarah dan Perkembangannya</h2>
<p>Hukum Internasional modern sebagai suatu sistem hukum yang mengatur hubungan antara negara-negara, lahir dengan kelahiran masyarakat Interansional yang didasarkan atas negara-negara nasional. Sebagai titik saat lahirnya negara-negara nasional yang modern biasanya diambil saat ditandatanganinya Perjanjian Perdamaian Westphalia yang mengakhiri Perang Tiga Puluh Tahun di Eropa.</p>
<p>Zaman dahulu kala sudah terdapat ketentuan yang mengatur, hubungan antara raja-raja atau bangsa-bangsa:</p>
<p>Dalam lingkungan kebudayaan <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> Kuno telah terdapat kaedah dan lembaga hukum yang mengatur hubungan antar kasta, suku-suku bangsa dan raja-raja yang diatur oleh adat kebiasaan. Menurut Bannerjce, adat kebiasaan yang mengatur hubungan antara raja-raja dinamakan Desa Dharma. Pujangga yang terkenal pada saat itu Kautilya atau Chanakya.Penulis buku Artha Sastra Gautamasutra salah satu karya abad VI SM di bidang hukum.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Kebudayaan Yahudi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_internasional&amp;action=edit&amp;section=6">sunting</a>] Kebudayaan Yahudi</h3>
<p>Dalam hukum kuno mereka antara lain Kitab Perjanjian Lama, mengenal ketentuan mengenai perjanjian, diperlakukan terhadap orang asing dan cara melakukan perang.Dalam hukum perang masih dibedakan (dalam hukum perang Yahudi ini) perlakuan terhadap mereka yang dianggap musuh bebuyutan, sehingga diperbolehkan diadakan penyimpangan ketentuan perang.</p>
<p>Lingkungan kebudayaan Yunani.Hidup dalam negara-negara kita.Menurut hukum negara kota penduduk digolongkan dalam 2 golongan yaitu orang Yunani dan orang luar yang dianggap sebagai orang biadab (barbar). Masyarakat Yunani sudah mengenal ketentuan mengenai perwasitan (arbitration) dan diplomasi yang tinggi tingkat perkembangannya.</p>
<p>Sumbangan yang berharga untuk Hukum Internasional waktu itu ialah konsep hukum alam yaitu hukum yang berlaku secara mutlak dimanapun juga dan yang berasal dari rasion atau akal manusia.</p>
<p>Hukum Internasional sebagai hukum yang mengatur hubungan antara kerajaan-kerajaan tidak mengalami perkembangan yang pesat pada zaman Romawi. Karena masyarakat dunia merupakan satu imperium yaitu imperium roma yang menguasai seluruh wilayah dalam lingkungan kebudayaan Romawi. Sehingga tidak ada tempat bagi kerajaan-kerajaan yang terpisah dan dengan sendirinya tidak ada pula tempat bagi hukum bangsa-bangsa yang mengatur hubungan antara kerajaan-kerajaan. Hukum Romawi telah menyumbangkan banyak sekali asas atau konsep yang kemudian diterima dalam hukum Internasional ialah konsep seperti occupatio servitut dan bona fides. Juga asas “pacta sunt servanda” merupakan warisan kebudayaan Romawi yang berharga.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Abad pertengahan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_internasional&amp;action=edit&amp;section=7">sunting</a>] Abad pertengahan</h3>
<p>Selama abad pertengahan dunia Barat dikuasai oleh satu sistem feodal yang berpuncak pada kaisar sedangkan kehidupan gereja berpuncak pada Paus sebagai Kepala Gereja Katolik Roma. Masyarakat Eropa waktu itu merupakan satu masyarakat Kristen yang terdiri dari beberapa negara yang berdaulat dan Tahta Suci, kemudian sebagai pewaris kebudayaan Romawi dan Yunani.</p>
<p>Di samping masyarakat Eropa Barat, pada waktu itu terdapat 2 masyarakat besar lain yang termasuk lingkungan kebudayaan yang berlaianan yaitu Kekaisaran Byzantium dan Dunia Islam. Kekaisaran Byzantium sedang menurun mempraktekan diplomasi untuk mempertahankan supremasinya. Oleh karenanya praktek Diplomasi sebagai sumbangan yang terpenting dalam perkembangan Hukum Internasional dan Dunia Islam terletak di bidang Hukum Perang.</p>
<h4>[<a title="Sunting bagian: Perjanjian Westphalia" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_internasional&amp;action=edit&amp;section=8">sunting</a>] Perjanjian Westphalia</h4>
<p>Perdamaian Westphalia dianggap sebagai peristiwa penting dalam sejarah Hukum Internasional modern, bahkan dianggap sebagai suatu peristiwa Hukum Internasional modern yang didasarkan atas negara-negara nasional. Sebabnya adalah :</p>
<ol>
<li>Selain mengakhiri perang 30 tahun, Perjanjian Westphalia telah meneguhkan perubahan dalam peta bumi politik yang telah terjadi karena perang itu di Eropa .</li>
<li>Perjanjian perdamaian mengakhiri untuk selama-lamanya usaha Kaisar Romawi yang suci.</li>
<li>Hubungan antara negara-negara dilepaskan dari persoalan hubungan kegerejaan dan didasarkan atas kepentingan nasional negara itu masing-masing.</li>
<li>Kemerdekaan negara Belanda, Swiss dan negara-negara kecil di Jerman diakui dalam Perjanjian Westphalia.</li>
</ol>
<p>Perjanjian Westphalia meletakkan dasar bagi susunan masyarakat Internasional yang baru, baik mengenai bentuknya yaitu didasarkan atas negara-negara nasional (tidak lagi didasarkan atas kerajaan-kerajaan) maupun mengenai hakekat negara itu dan pemerintahannya yakni pemisahan kekuasaan negara dan pemerintahan dari pengaruh gereja.</p>
<p>Dasar-dasar yang diletakkan dalam Perjanjian Westphalia diperteguh dalam Perjanjian Utrech yang penting artinya dilihat dari sudut politik Internasional, karena menerima asas keseimbangan kekuatan sebagai asas politik internasional.</p>
<h4>[<a title="Sunting bagian: Ciri-ciri masyarakat Internasional" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_internasional&amp;action=edit&amp;section=9">sunting</a>] Ciri-ciri masyarakat Internasional</h4>
<ol>
<li>Negara merupakan satuan teritorial yang berdaulat.</li>
<li>Hubungan nasional yang satu dengan yang lainnya didasarkan atas kemerdekaan dan persamaan derajat.</li>
<li>Masyarakat negara-negara tidak mengakui kekuasaan di atas mereka seperti seorang kaisar pada zaman abad pertengahan dan Paus sebagai Kepala Gereja.</li>
<li>Hubungan antara negara-negara berdasarkan atas hukum yang banyak mengambil oper pengertian lembaga Hukum Perdata, Hukum Romawi.</li>
<li>Negara mengakui adanya Hukum Internasional sebagai hukum yang mengatur hubungan antar negara tetapi menekankan peranan yang besar yang dimainkan negara dalam kepatuhan terhadap hukum ini.</li>
<li>Tidak adanya Mahkamah (Internasional) dan kekuatan polisi internasional untuk memaksakan ditaatinya ketentuan hukum Internasional.</li>
<li>Anggapan terhadap perang yang dengan lunturnya segi-segi keagamaan beralih dari anggapan mengenai doktrin bellum justum (ajaran perang suci) kearah ajaran yang menganggap perang sebagai salah satu cara penggunaan kekerasan.</li>
</ol>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Tokoh Hukum Internasional" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_internasional&amp;action=edit&amp;section=10">sunting</a>] Tokoh Hukum Internasional</h2>
<ul>
<li>Hugo Grotius mendasarkan sistem hukum Internasional atas berlakunya hukum alam. Hukum alam telah dilepaskan dari pengaruh keagamaan dan kegerejaan. Banyak didasarkan atas praktek negara dan perjanjian negara sebagai sumber Hukum Internasional disamping hukum alam yang diilhami oleh akal manusia, sehingga disebut Bapak Hukum Internasional.</li>
<li>Fransisco Vittoria (biarawan Dominikan – berkebangsaan Spanyol Abad XIV menulis buku Relectio de Indis mengenai hubungan Spanyol dan Portugis dengan orang Indian di AS. Bahwa negara dalam tingkah lakunya tidak bisa bertindak sekehendak hatinya. Maka hukum bangsa-bangsa ia namakan ius intergentes.</li>
<li>Fransisco Suarez (Yesuit) menulis De legibius ae Deo legislatore (on laws and God as legislator) mengemukakan adanya suatu hukum atau kaedah obyektif yang harus dituruti oleh negara-negara dalam hubungan antara mereka.</li>
<li>Balthazer Ayala (1548-1584) dan Alberico Gentilis mendasarkan ajaran mereka atas falsafah keagamaan atau tidak ada pemisahan antara hukum, etika dan teologi.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlis.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=38&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/hukum-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93f7f69db5eb5dd46341ca5e2a1626a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurlis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Butir-Butir Budaya Jawa</title>
		<link>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/butir-butir-budaya-jawa/</link>
		<comments>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/butir-butir-budaya-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 06:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlis</dc:creator>
				<category><![CDATA[budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlis.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Butir-Butir Budaya Jawa, adalah sebuah buku yang ditulis oleh (mantan) Presiden RI Soeharto. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 1987. Buku ini berisi ajaran-ajaran kehidupan. Meskipun pertama kali terbit pada tahun 1987, menurut kolofon, buku ini sudah selesai ditulis pada tahun 1983. Daftar isi [sembunyikan] 1 Subjudul 2 Isi 3 Sumber 4 Amanat dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=35&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Butir-Butir Budaya Jawa</strong></em>, adalah sebuah buku yang ditulis oleh (mantan) Presiden RI <a title="Soeharto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto">Soeharto</a>. Buku ini pertama kali terbit pada tahun <a title="1987" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1987">1987</a>. Buku ini berisi ajaran-ajaran kehidupan. Meskipun pertama kali terbit pada tahun 1987, menurut <a title="Kolofon (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kolofon&amp;action=edit&amp;redlink=1">kolofon</a>, buku ini sudah selesai ditulis pada tahun <a title="1983" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1983">1983</a>.</p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td>
<div id="toctitle">
<h2>Daftar isi</h2>
<p>[<a id="togglelink" href="toggleToc()">sembunyikan</a>]</p>
</div>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Butir-Butir_Budaya_Jawa#Subjudul">1 Subjudul</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Butir-Butir_Budaya_Jawa#Isi">2 Isi</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Butir-Butir_Budaya_Jawa#Sumber">3 Sumber</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Butir-Butir_Budaya_Jawa#Amanat_dan_kritik">4 Amanat dan kritik</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Butir-Butir_Budaya_Jawa#Catatan_kaki">5 Catatan kaki</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Butir-Butir_Budaya_Jawa#Referensi">6 Referensi</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// &lt;![CDATA[//</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Subjudul" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Butir-Butir_Budaya_Jawa&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>] Subjudul</h2>
<p><em>Butir-Butir Budaya Jawa</em> memiliki subjudul <em>Hanggayuh Kasampurnaning Hurip Berbudi Bawaleksana Ngudi Sejatining Becik</em><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Butir-Butir_Budaya_Jawa#cite_note-0">[1]</a></sup> Kalimat ini merupakan sebuah kalimat <a title="Bahasa Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa">Jawa</a> dan disertai pula dengan terjemahan resmi dalam <a title="Bahasa Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia">bahasa Indonesia</a> dan <a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>. Terjemahan resmi dalam bahasa Indonesia adalah <em>Mencapai Kesempurnaan Hidup Berjiwa Besar Mengusahakan Kebaikan Sejati</em> dan dalam bahasa Inggris adalah <em>In Search of Perfect Life Noble and Generous Mind In Quest of the Essence of Goodness</em>.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Isi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Butir-Butir_Budaya_Jawa&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>] Isi</h2>
<p>Buku ini berisi petikan-petikan wejangan yang dibagi menjadi dua bab utama dan diberi judul <em>Pituduh</em> (Bimbingan) dan <em>Wewaler</em> (Larangan). Lalu setiap bab utama ini dibagi menjadi enam paragraf yaitu:</p>
<ol>
<li>Ketuhanan Yang Mahaesa</li>
<li>Kerohanian</li>
<li>Kemanusiaan</li>
<li>Kebangsaan</li>
<li>Kekeluargaan</li>
<li>Kebendaan</li>
</ol>
<p>Teks dimulai pada halaman genap (<em>verso</em>) dan selalu terdiri dari setiap butir dalam bahasa Jawa menggunakan aksara Jawa. Lalu di sebelahnya, masih di halaman yang sama, disajikan alihaksara kritis dalam abjad Latin. Kemudian pada halaman ganjil (<em>recto</em>) disajikan terjemahan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dengan ini selalu disajikan empat kolom.</p>
<p>Di bawah ini diberikan contoh teks. Contoh yang diambil adalah butir dari bab II, paragraf 4 dan butir 5.</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<th>Teks Jawa</th>
<th>Alihaksara Latin</th>
<th>Terjemahan Indonesia</th>
<th>Terjemahan Inggris</th>
</tr>
<tr>
<td>5. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Butir_Jawa_II.4.5.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/d1/Butir_Jawa_II.4.5.png/320px-Butir_Jawa_II.4.5.png" alt="Butir Jawa II.4.5.png" width="320" height="150" /></a></td>
<td>5. Wadyabala kang seneng kawula alit, iku dadi senengane para kawula sajroning praja, gawe kukuh sarta minangka tamenging negara.</td>
<td>5. Prajurit yang mencintai rakyat jelata, akan disayangi rakyat dalam negara itu, dan membuat kokohnya negara dan menjadi perisai negara.</td>
<td>5. Soldiers who love the common people will be loved by the people of the country, and they will provide strength to the country and serve as a shield to it.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Sumber" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Butir-Butir_Budaya_Jawa&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>] Sumber</h2>
<p>Di dalam buku oleh mantan presiden Soeharto diberikan sumber-sumber bukunya. Sumbernya mencakup:</p>
<ol>
<li>Ajaran Turun-Temurun</li>
<li><em><a title="Serat Centhini" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serat_Centhini">Serat Centhini</a></em></li>
<li>Cipta Hening (<em><a title="Kakawin Arjunawiwāha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kakawin_Arjunawiw%C4%81ha">Kakawin Arjunawiwāha</a></em>)</li>
<li><em><a title="Dewaruci (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dewaruci&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dewaruci</a></em></li>
<li><a title="Ranggawarsita" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ranggawarsita">Ranggawarsita</a></li>
<li><em><a title="Jakalodhang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jakalodhang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jakalodhang</a></em></li>
<li><em><a title="Serat Kalatidha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serat_Kalatidha">Serat Kalatidha</a></em></li>
<li>Jayabaya (<em><a title="Kakawin Bhāratayuddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kakawin_Bh%C4%81ratayuddha">Kakawin Bhāratayuddha</a></em>)</li>
<li>Nitisastra (<em><a title="Kakawin Nitisastra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kakawin_Nitisastra">Kakawin Nitisastra</a></em> dan <em><a title="Serat Panitisastra (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serat_Panitisastra&amp;action=edit&amp;redlink=1">Serat Panitisastra</a></em>)</li>
<li>Suluk Selasa</li>
<li>Ajaran <a title="Tridharma (Mangkunagaran)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tridharma_%28Mangkunagaran%29">Tridharma</a></li>
<li><em><a title="Serat Wedhatama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serat_Wedhatama">Serat Wedhatama</a></em></li>
<li><em><a title="Serat Wulangreh (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serat_Wulangreh&amp;action=edit&amp;redlink=1">Serat Wulangreh</a></em></li>
</ol>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Amanat dan kritik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Butir-Butir_Budaya_Jawa&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>] Amanat dan kritik</h2>
<p>Pada prakata disebutkan oleh Rukmana Hardiyanti (1987:v) maksudnya menerbitkan buku ini:</p>
<table border="2" cellspacing="0" cellpadding="4" width="75%">
<tbody>
<tr>
<td>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="20" valign="top">“</td>
<td valign="top"><em>Salah satu pemberian Bapak dan Ibu sejak kami kecil, adalah butir-butir Pituduh dan Wewaler. Bapak mencoba menyusun butir-butir Pituduh dan Wewaler tersebut dalam satu kumpulan, dengan harapan agar selalu diingat, khususnya oleh putera-puterinya.</em>Kami merasakan bahwa butir-butir Pituduh dan Wewaler tersebut sangat berharga dan besar manfaatnya sebagai salah satu petunjuk dan pegangan hidup dalam kami meniti kehidupan di dunia ini.
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh karena itu kami terbitkan buku ini dengan harapan kiranya dapat menjadi salah satu buku petunjuk dan pegangan dalam kehidupan bermasyarakat.</td>
<td width="20" valign="bottom">”</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Lalu di dalam buku dimuat pula tulisan tangan Soeharto beserta tandatangannya (termaktub <a title="8 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/8_Juni">8 Juni</a> <a title="1986" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1986">1986</a>):</p>
<table border="2" cellspacing="0" cellpadding="4" width="75%">
<tbody>
<tr>
<td>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="20" valign="top">“</td>
<td valign="top"><em>Buku ini saya berikan pada anak-anak sebagai pegangan hidup.</em></td>
<td width="20" valign="bottom">”</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Buku ini oleh khalayak ramai selain banyak dibaca juga menjadi bahan kritikan pedas. Namun di sisi lain usaha Soeharto ini didukung oleh sebuah pihak yang tak terduga. <a title="Bernard Arps" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bernard_Arps">Prof. Dr. Ben Arps</a>, sejak tahun 1996 guru besar Sastra dan Bahasa Jawa di Universitas Leiden, pada dalil disertasinya menulis bahwa usaha semacam ini tidaklah aneh bagi seorang raja Jawa. Mungkin yang dimaksudkan adalah karya-karya sastra seperti <em><a title="Serat Wedhatama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serat_Wedhatama">Serat Wedhatama</a></em> karangan <a title="Mangkunagara IV" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mangkunagara_IV">K.G.P.A.A. Mangkunagara IV</a> dan <em><a title="Serat Wulangreh (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serat_Wulangreh&amp;action=edit&amp;redlink=1">Serat Wulangreh</a></em> karangan <a title="Pakubuwana IV" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pakubuwana_IV">Sunan Pakubuwana IV</a> yang juga disebut dalam <em>Butir-Butir Jawa</em> sebagai sumber.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlis.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlis.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlis.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlis.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlis.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlis.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlis.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlis.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlis.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlis.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlis.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlis.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlis.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlis.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=35&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/butir-butir-budaya-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93f7f69db5eb5dd46341ca5e2a1626a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurlis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/d1/Butir_Jawa_II.4.5.png/320px-Butir_Jawa_II.4.5.png" medium="image">
			<media:title type="html">Butir Jawa II.4.5.png</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berenang</title>
		<link>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/berenang/</link>
		<comments>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/berenang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 06:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlis</dc:creator>
				<category><![CDATA[olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/berenang/</guid>
		<description><![CDATA[Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air, dan biasanya tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air. Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan orang di kolam renang. Manusia juga berenang di sungai, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=33&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berenang</strong> adalah gerakan sewaktu bergerak di <a title="Air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air">air</a>, dan biasanya tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk <a title="Rekreasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rekreasi">rekreasi</a> dan <a title="Olahraga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Olahraga">olahraga</a>. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan <a title="Olahraga air (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Olahraga_air&amp;action=edit&amp;redlink=1">olahraga air</a>.</p>
<p>Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan orang di <a title="Kolam renang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kolam_renang">kolam renang</a>. Manusia juga berenang di <a title="Sungai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai">sungai</a>, di <a title="Danau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Danau">danau</a>, dan di <a title="Laut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut">laut</a> sebagai bentuk rekreasi. <a title="Renang (olahraga)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Renang_%28olahraga%29">Olahraga renang</a> membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.</p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td>
<div id="toctitle">
<h2>Daftar isi</h2>
<p>[<a id="togglelink" href="toggleToc()">sembunyikan</a>]</p>
</div>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berenang#Sejarah">1 Sejarah</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berenang#Gaya_renang">2 Gaya renang</a>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berenang#Gaya_bebas">2.1 Gaya bebas</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berenang#Gaya_dada">2.2 Gaya dada</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berenang#Gaya_punggung">2.3 Gaya punggung</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berenang#Gaya_kupu-kupu">2.4 Gaya kupu-kupu</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berenang#Risiko">3 Risiko</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berenang#Pranala_luar">4 Pranala luar</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>//</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Sejarah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berenang&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>] Sejarah</h2>
<div><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Sejarah renang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_renang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sejarah renang</a></em></div>
<p>Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari <a title="Zaman Batu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaman_Batu">Zaman Batu</a> telah ditemukan di &#8220;gua perenang&#8221; yang berdekatan dengan Wadi Sora di <a title="Gilf Kebir (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gilf_Kebir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gilf Kebir</a>, <a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a> barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah <a title="Epos Gilgamesh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Epos_Gilgamesh">Epos Gilgamesh</a>, <a title="Iliad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iliad">Iliad</a>, <a title="Odyssey" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Odyssey">Odyssey</a>, dan <a title="Alkitab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alkitab">Alkitab</a> (<a title="Kitab Yehezkiel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Yehezkiel">Kitab Yehezkiel</a> 47:5, <a title="Kisah Para Rasul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kisah_Para_Rasul">Kisah Para Rasul</a> 27:42, <a title="Kitab Yesaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Yesaya">Kitab Yesaya</a> 25:11), serta <a title="Beowulf (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Beowulf&amp;action=edit&amp;redlink=1">Beowulf</a> dan hikayat-hikayat lain. Pada <a title="1538" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1538">1538</a>, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari <a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a> menulis buku mengenai renang yang pertama, <em>Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang</em> (<em>Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst</em>).</p>
<p>Perlombaan renang di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a> dimulai sekitar tahun <a title="1800" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1800">1800</a> setelah dibangunnya <a title="Kolam renang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kolam_renang">kolam-kolam renang</a>. Sebagian besar peserta waktu itu berenang dengan <a title="Gaya dada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_dada">gaya dada</a>. Pada <a title="1873" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1873">1873</a>, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut <a title="Gaya trudgen (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_trudgen&amp;action=edit&amp;redlink=1">gaya trudgen</a> dalam perlombaan renang di dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik renang <a title="Gaya bebas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_bebas">gaya bebas</a> <a title="Suku Indian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Indian">suku Indian</a> di <a title="Amerika Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Selatan">Amerika Selatan</a>. Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam <a title="Olimpiade Athena 1896" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Olimpiade_Athena_1896">Olimpiade Athena 1896</a>. Pada tahun <a title="1900" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900">1900</a>, <a title="Gaya punggung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_punggung">gaya punggung</a> dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade. Persatuan renang dunia, <em><a title="Federasi Renang Internasional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Federasi_Renang_Internasional">Federation Internationale de Natation</a></em> (FINA) dibentuk pada <a title="1908" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1908">1908</a>. <a title="Gaya kupu-kupu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_kupu-kupu">Gaya kupu-kupu</a> yang pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun <a title="1952" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1952">1952</a>.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Gaya renang" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berenang&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>] Gaya renang</h2>
<div><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Daftar gaya renang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_gaya_renang">Daftar gaya renang</a></em></div>
<p>Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan <a title="Gaya dada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_dada">gaya dada</a>, <a title="Gaya punggung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_punggung">gaya punggung</a>, <a title="Gaya bebas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_bebas">gaya bebas</a> dan <a title="Gaya kupu-kupu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_kupu-kupu">gaya kupu-kupu</a>. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, <a title="Federasi Renang Internasional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Federasi_Renang_Internasional">Federasi Renang Internasional</a> tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang <a title="Gaya bebas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_bebas">gaya bebas</a>. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan <a title="Gaya bebas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_bebas">gaya krol</a>, sehingga gaya krol (<em>front crawl</em>) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Gaya bebas" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berenang&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>] Gaya bebas</h3>
<div><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Gaya bebas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_bebas">gaya bebas</a></em></div>
<p>Gaya bebas adalah berenang dengan posisi <a title="Dada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dada">dada</a> menghadap ke permukaan air. Kedua belah <a title="Tangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tangan">tangan</a> secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah <a title="Kaki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kaki">kaki</a> secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi <a title="Wajah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wajah">wajah</a> menghadap ke permukaan air. <a title="Pernapasan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pernapasan">Pernapasan</a> dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Gaya dada" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berenang&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>] Gaya dada</h3>
<div><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Gaya dada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_dada">gaya dada</a></em></div>
<p>Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi <a title="Dada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dada">dada</a> menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan <a title="Katak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katak">katak</a> sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.</p>
<p>Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau <a title="Gaya bebas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_bebas">gaya bebas</a>. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur <a title="Federasi Renang Internasional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Federasi_Renang_Internasional">Federasi Renang Internasional</a>, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Gaya punggung" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berenang&amp;action=edit&amp;section=5">sunting</a>] Gaya punggung</h3>
<div><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Gaya punggung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_punggung">gaya punggung</a></em></div>
<p>Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi <a title="Punggung (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Punggung&amp;action=edit&amp;redlink=1">punggung</a> menghadap ke permukaan air. Posisi <a title="Wajah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wajah">wajah</a> berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.</p>
<p>Dalam gaya punggung, gerakan <a title="Lengan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lengan">lengan</a> dan <a title="Kaki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kaki">kaki</a> serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. <a title="Mulut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mulut">Mulut</a> dan <a title="Hidung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidung">hidung</a> berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.</p>
<p>Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang <a title="Gaya bebas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_bebas">gaya bebas</a>, <a title="Gaya dada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_dada">gaya dada</a>, dan gaya <a title="Kupu-kupu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kupu-kupu">kupu-kupu</a> yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.</p>
<p>Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di <a title="Olimpiade Paris 1900" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Olimpiade_Paris_1900">Olimpiade Paris 1900</a>, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Gaya kupu-kupu" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berenang&amp;action=edit&amp;section=6">sunting</a>] Gaya kupu-kupu</h3>
<div><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Gaya kupu-kupu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_kupu-kupu">gaya kupu-kupu</a></em></div>
<p>Gaya kupu-kupu atau gaya dolfin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi <a title="Dada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dada">dada</a> menghadap ke permukaan air. Kedua belah <a title="Lengan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lengan">lengan</a> secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan <a title="Sirip" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sirip">sirip</a> ekor <a title="Ikan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan">ikan</a> atau <a title="Lumba-lumba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lumba-lumba">lumba-lumba</a>. Udara dihembuskan kuat-kuat dari <a title="Mulut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mulut">mulut</a> dan <a title="Hidung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidung">hidung</a> sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.</p>
<p>Gaya kupu-kupu diciptakan tahun <a title="1933" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1933">1933</a>, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.</p>
<p>Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Risiko" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berenang&amp;action=edit&amp;section=7">sunting</a>] Risiko</h2>
<p>Kecelakaan di air karena bisa menyebabkan <a title="Cedera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cedera">cedera</a> hingga <a title="Kematian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kematian">kematian</a> akibat <a title="Tenggelam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tenggelam">tenggelam</a>. Sebelum memasuki air, perenang harus mencari tahu kedalaman kolam renang, sungai, atau laut yang ingin direnangi.</p>
<p>Berenang di sungai atau di laut bisa sangat berbahaya bila datang arus deras atau <a title="Ombak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ombak">ombak</a> besar secara tiba-tiba. Orang yang sedang dalam pengaruh <a title="Alkohol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alkohol">alkohol</a> dan obat-obatan dilarang untuk berenang.</p>
<p><a title="Kaca mata renang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kaca_mata_renang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kaca mata renang</a> bisa mencegah mata orang yang memakainya dari iritasi. Berenang di air kotor akan menyebabkan penyakit kulit dan iritasi mata. Di kolam renang, <a title="Bakteri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri">bakteri</a> penyebab penyakit dikendalikan dengan pemberian <a title="Kaporit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kaporit">kaporit</a>. Pergantian air yang teratur akan meningkatkan kualitas air kolam yang sehat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlis.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlis.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlis.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlis.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlis.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlis.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlis.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlis.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlis.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlis.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlis.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlis.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlis.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlis.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=33&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/16/berenang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93f7f69db5eb5dd46341ca5e2a1626a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurlis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budaya Indonesia</title>
		<link>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/budaya-indonesia/</link>
		<comments>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/budaya-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 06:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlis</dc:creator>
				<category><![CDATA[budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/budaya-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum bentuknya nasional Indonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia. Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=31&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kebudayaan Indonesia</strong> dapat didefinisikan sebagai seluruh <a title="Budaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya">kebudayaan</a> lokal yang telah ada sebelum bentuknya nasional <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> pada tahun <a title="1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945">1945</a>. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.</p>
<p>Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan <a title="Tionghoa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa">Tionghoa</a>, kebudayaan <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> dan kebudayaan <a title="Bangsa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab">Arab</a>. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama <a title="Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a> dan <a title="Buddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buddha">Buddha</a> di <a title="Nusantara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara">Nusantara</a> jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 <a title="Masehi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi">Masehi</a> ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, <a title="Kutai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kutai">Kutai</a>, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.</p>
<p>Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (<a title="Sriwijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya">Sriwijaya</a>). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan <a title="Tiongkok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok">Tiongkok</a> dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a> dan <a title="Betawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betawi">Betawi</a>.</p>
<p>Kebudayaan Arab masuk bersama dengan penyebaran agama <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.</p>
<p>Kedatangan penjelajah dari Eropa sejak abad ke-16 ke Nusantara, dan penjajahan yang berlangsung selanjutnya, membawa berbagai bentuk <a title="Kebudayaan Barat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebudayaan_Barat&amp;action=edit&amp;redlink=1">kebudayaan Barat</a> dan membentuk kebudayaan Indonesia modern sebagaimana yang dapat dijumpai sekarang. Teknologi, sistem organisasi dan politik, sistem sosial, berbagai elemen budaya seperti <a title="Boga (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boga&amp;action=edit&amp;redlink=1">boga</a>, <a title="Busana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Busana">busana</a>, perekonomian, dan sebagainya, banyak mengadopsi kebudayaan Barat yang lambat-laun terintegrasi dalam masyarakat.</p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td>
<div id="toctitle">
<h2>Daftar isi</h2>
<p>[<a id="togglelink" href="toggleToc()">sembunyikan</a>]</p>
</div>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Kebudayaan_tradisional_Indonesia">1 Kebudayaan tradisional Indonesia</a>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Rumah_adat">1.1 Rumah adat</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Tarian">1.2 Tarian</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Lagu">1.3 Lagu</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Musik">1.4 Musik</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Alat_musik">1.5 Alat musik</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Gambar">1.6 Gambar</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Patung">1.7 Patung</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Pakaian">1.8 Pakaian</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Suara">1.9 Suara</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Sastra.2Ftulisan">1.10 Sastra/tulisan</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Makanan">1.11 Makanan</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Kebudayaan_Modern_Khas_Indonesia">1.12 Kebudayaan Modern Khas Indonesia</a></li>
</ul>
</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// &lt;![CDATA[//</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Kebudayaan tradisional Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>] Kebudayaan tradisional Indonesia</h2>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Rumah adat" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>] <a title="Daftar rumah adat di Indonesia (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Daftar_rumah_adat_di_Indonesia&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rumah adat</a></h3>
<ul>
<li>Aceh</li>
<li>Sumatera Barat : <a title="Rumah Gadang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Gadang">Rumah Gadang</a></li>
<li>Sumatera Selatan : <a title="Rumah Limas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumah_Limas&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rumah Limas</a></li>
<li>Jawa : <a title="Joglo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Joglo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Joglo</a></li>
<li>Papua : <a title="Honai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Honai">Honai</a></li>
<li>Sulawesi Selatan : <a title="Tongkonang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tongkonang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tongkonang</a> (Tana Toraja), <a title="Bola Soba (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bola_Soba&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bola Soba</a> (Bugis Bone), <a title="Balla Lompoa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Balla_Lompoa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Balla Lompoa</a> (Makassar Gowa)</li>
<li>Sulawesi Tenggara: <a title="Istana buton (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Istana_buton&amp;action=edit&amp;redlink=1">Istana buton</a></li>
<li>Sulawesi Utara: <a title="Rumah Panggung (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumah_Panggung&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rumah Panggung</a></li>
<li>Kalimantan Barat: <a title="Rumah Betang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Betang">Rumah Betang</a></li>
</ul>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Tarian" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>] Tarian</h3>
<ul>
<li><a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>: <a title="Bedaya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bedaya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bedaya</a>, <a title="Kuda Lumping (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuda_Lumping&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kuda Lumping</a>, <a title="Reog" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reog">Reog</a>.</li>
<li><a title="Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Bali</a>: <a title="Kecak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecak">Kecak</a>, <a title="Barong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barong">Barong</a>/ <a title="Barongan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Barongan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Barongan</a>, <a title="Pendet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendet">Pendet</a>.</li>
<li><a title="Maluku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku">Maluku</a>: <a title="Cakalele (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cakalele&amp;action=edit&amp;redlink=1">Cakalele</a>, <a title="Orlapei (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Orlapei&amp;action=edit&amp;redlink=1">Orlapei</a>, <a title="Katreji (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Katreji&amp;action=edit&amp;redlink=1">Katreji</a></li>
<li><a title="Aceh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh">Aceh</a>: <a title="Saman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saman">Saman</a>, <a title="Seudati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seudati">Seudati</a>.</li>
<li><a title="Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melayu">Melayu</a>: <a title="Serampang Duabelas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serampang_Duabelas&amp;action=edit&amp;redlink=1">Serampang Duabelas</a>, <a title="Joget Lambak (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Joget_Lambak&amp;action=edit&amp;redlink=1">Joget Lambak</a>, <a title="Zapin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zapin">Zapin</a>, <a title="Tari Tanggai (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Tanggai&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Tanggai</a></li>
<li><a title="Minangkabau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minangkabau">Minangkabau</a>: <a title="Tari Piring (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Piring&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Piring</a>, <a title="Tari Payung (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Payung&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Payung</a>, <a title="Tari Indang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Indang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Indang</a>, <a title="Tari Randai (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Randai&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Randai</a>, <a title="Tari Lilin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Lilin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Lilin</a></li>
<li><a title="Betawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betawi">Betawi</a>: <a title="Yapong (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yapong&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yapong</a></li>
<li><a title="Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda">Sunda</a>: <a title="Jaipong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaipong">Jaipong</a>, <a title="Reog" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reog">Reog</a>, <a title="Tari Topeng (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Topeng&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Topeng</a></li>
<li><a title="Batak Toba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batak_Toba">Batak Toba</a> &amp; <a title="Suku Simalungun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Simalungun">Suku Simalungun</a>: <a title="Tortor (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tortor&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tortor</a></li>
<li><a title="Sulawesi Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan">Sulawesi Selatan</a>: <a title="Tari Pakkarena (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Pakkarena&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Pakkarena</a>, <a title="Tarian Anging Mamiri (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tarian_Anging_Mamiri&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tarian Anging Mamiri</a>, <a title="Tari Padduppa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Padduppa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Padduppa</a>, <a title="Tari 4 Etnis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_4_Etnis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari 4 Etnis</a></li>
<li><a title="Pesisir Sibolga/Tapteng (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pesisir_Sibolga/Tapteng&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pesisir Sibolga/Tapteng</a>: <a title="Tari Sapu Tangan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Sapu_Tangan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Sapu Tangan</a> , <a title="Tari Adok (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Adok&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Adok</a> , <a title="Tari Anak (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Anak&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Anak</a> , <a title="Tari Pahlawan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Pahlawan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Pahlawan</a> , <a title="Tari Lagu Duo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Lagu_Duo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Lagu Duo</a> , <a title="Tari Perak (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Perak&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Perak</a> , <a title="Tari Payung (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Payung&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Payung</a> .</li>
</ul>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Lagu" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>] Lagu</h3>
<ul>
<li><a title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>: <a title="Kicir-kicir (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kicir-kicir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kicir-kicir</a>, <a title="Jali-jali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jali-jali">Jali-jali</a>, <a title="Lenggang Kangkung (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lenggang_Kangkung&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lenggang Kangkung</a>.</li>
<li><a title="Maluku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku">Maluku</a> : <a title="Rasa Sayang-sayange" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasa_Sayang-sayange">Rasa Sayang-sayange</a>, <a title="Ayo Mama (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ayo_Mama&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ayo Mama</a></li>
<li><a title="Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melayu">Melayu</a> : <a title="Soleram (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Soleram&amp;action=edit&amp;redlink=1">Soleram</a>, <a title="Tanjung Katung (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tanjung_Katung&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tanjung Katung</a></li>
<li><a title="Minangkabau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minangkabau">Minangkabau</a> : <a title="Kampuang nan Jauh di Mato (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kampuang_nan_Jauh_di_Mato&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kampuang nan Jauh di Mato</a>, <a title="Kambanglah Bungo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kambanglah_Bungo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kambanglah Bungo</a>, <a title="Indang Sungai Garinggiang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indang_Sungai_Garinggiang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Indang Sungai Garinggiang</a></li>
<li><a title="Aceh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh">Aceh</a> : <a title="Bungong Jeumpa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bungong_Jeumpa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bungong Jeumpa</a></li>
<li>Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan)</li>
<li>Anak Kambing Saya (Nusa Tenggara Timur)</li>
<li>Angin Mamiri (Sulawesi Selatan)</li>
<li>Anju Ahu (Sumatera Utara)</li>
<li>Apuse (Papua)</li>
<li>Ayam Den Lapeh (Sumatera Barat)</li>
<li>Barek Solok (Sumatera Barat)</li>
<li>Batanghari (Jambi)</li>
<li>Bolelebo (Nusa Tenggara Barat)</li>
<li>Bubuy Bulan (Jawa Barat)</li>
<li>Buka Pintu (Maluku)</li>
<li>Bungo Bangso (Sumatera Utara)</li>
<li>Bungong Jeumpa (Aceh)</li>
<li>Burung Tantina (Maluku)</li>
<li>Butet (Sumatera Utara)</li>
<li>Cik-Cik Periuk (Kalimantan Barat)</li>
<li>Cikala Le Pongpong (Sumatera Utara)</li>
<li>Cing Cangkeling (Jawa Barat)</li>
<li>Cuk Mak Ilang (Sumatera Selatan)</li>
<li>Dago Inang Sarge (Sumatera Utara)</li>
<li>Dayung Palinggam (Sumatera Barat)</li>
<li>Dayung Sampan (Banten)</li>
<li>Dek Sangke (Sumatera Selatan)</li>
<li>Desaku (Nusa Tenggara Timur)</li>
<li>Esa Mokan (Sulawesi Utara)</li>
<li>Es Lilin (Jawa Barat)</li>
<li>Gambang Suling (Jawa Tengah)</li>
<li>Gek Kepriye (Jawa Tengah)</li>
<li>Goro-Gorone (Maluku)</li>
<li>Gending Sriwijaya (Sumatera Selatan)</li>
<li>Gundul Pacul (Jawa Tengah)</li>
<li>Helele U Ala De Teang (Nusa Tenggara Barat)</li>
<li>Huhatee (Maluku)</li>
<li>Ilir-Ilir (Jawa Tengah)</li>
<li>Indung-Indung (Kalimantan Timur)</li>
<li>Injit-Injit Semut (Jambi)</li>
<li>Jali-Jali (Jakarta)</li>
<li>Jamuran (Jawa Tengah)</li>
<li>Kabile-Bile (Sumatera Selatan)</li>
<li>Kalayar (Kalimantan Tengah)</li>
<li>Kambanglah Bungo (Sumatera Barat)</li>
<li>Kampuang Nan Jauh Di Mato (Sumatera Barat)</li>
<li>Ka Parak Tingga (Sumatera Barat)</li>
<li>Karatagan Pahlawan (Jawa Barat)</li>
<li>Keraban Sape (Jawa Timur)</li>
<li>Keroncong Kemayoran (Jakarta)</li>
<li>Kicir-Kicir (Jakarta)</li>
<li>Kole-Kole (Maluku)</li>
<li>Lalan Belek (Bengkulu)</li>
<li>Lembah Alas (Aceh)</li>
<li>Lisoi (Sumatera Utara)</li>
<li>Madekdek Magambiri (Sumatera Utara)</li>
<li>Malam Baiko (Sumatera Barat)</li>
<li>Mande-Mande (Maluku)</li>
<li>Manuk Dadali (Jawa Barat)</li>
<li>Ma Rencong (Sulawesi Selatan)</li>
<li>Mejangeran (Bali)</li>
<li>Mariam Tomong (Sumatera Utara)</li>
<li>Moree (Nusa Tenggara Barat)</li>
<li>Nasonang Dohita Nadua (Sumatera Utara)</li>
<li>O Ina Ni Keke (Sulawesi Utara)</li>
<li>Ole Sioh (Maluku)</li>
<li>Orlen-Orlen (Nusa Tenggara Barat)</li>
<li>O Ulate (Maluku)</li>
<li>Pai Mura Rame (Nusa Tenggara Barat)</li>
<li>Pakarena (Sulawesi Selatan)</li>
<li>Panon Hideung (Jawa Barat)</li>
<li>Paris Barantai (Kalimantan Selatan)</li>
<li>Peia Tawa-Tawa (Sulawesi Tenggara)</li>
<li>Peuyeum Bandung (Jawa Barat)</li>
<li>Pileuleuyan (Jawa Barat)</li>
<li>Pinang Muda (Jambi)</li>
<li>Piso Surit (Aceh)</li>
<li>Pitik Tukung (Yogyakarta)</li>
<li>Potong Bebek Angsa (Nusa Tenggara Timur)</li>
<li>Rambadia (Sumatera Utara)</li>
<li>Rang Talu (Sumatera Barat)</li>
<li>Rasa Sayang-Sayange (Maluku)</li>
<li>Ratu Anom (Bali)</li>
<li>Saputangan Bapuncu Ampat (Kalimantan Selatan)</li>
<li>Sarinande (Maluku)</li>
<li>Selendang Mayang (Jambi)</li>
<li>Sengko-Sengko (Sumatera Utara)</li>
<li>Siboga Tacinto (Sumatera Utara)</li>
<li>Sinanggar Tulo (Sumatera Utara)</li>
<li>Sing Sing So (Sumatera Utara)</li>
<li>Sinom (Yogyakarta)</li>
<li>Si Patokaan (Sulawesi Utara)</li>
<li>Sitara Tillo (Sulawesi Utara)</li>
<li>Soleram (Riau)</li>
<li>Surilang (Jakarta)</li>
<li>Suwe Ora Jamu (Yogyakarta)</li>
<li>Tanduk Majeng (Jawa Timur)</li>
<li>Tanase (Maluku)</li>
<li>Tapian Nauli (Sumatera Utara)</li>
<li>Tari Tanggai (Sumatera Selatan)</li>
<li>Tebe Onana (Nusa Tenggara Barat)</li>
<li>Te Kate Dipanah (Yogyakarta)</li>
<li>Tokecang (Jawa Barat)</li>
<li>Tondok Kadadingku (Sulawesi Tengah)</li>
<li>Tope Gugu (Sulawesi Tengah)</li>
<li>Tumpi Wayu (Kalimantan Tengah)</li>
<li>Tutu Koda (Nusa Tenggara Barat)</li>
<li>Terang Bulan (Jakarta)</li>
<li>Yamko Rambe Yamko (Papua)</li>
<li>Bapak Pucung (Jawa Tengah)</li>
<li>Yen Ing Tawang Ono Lintang (Jawa Tengah)</li>
<li>Stasiun Balapan, Didi Kempot (Jawa Tengah)</li>
<li>Anging Mamiri, Sulawesi Parasanganta (Sulawesi Selatan)</li>
<li>bulu londong, malluya, io-io, ma&#8217;pararuk (Sulawesi Barat)</li>
</ul>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Musik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=5">sunting</a>] Musik</h3>
<ul>
<li><a title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>: <a title="Keroncong Tugu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keroncong_Tugu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Keroncong Tugu</a>.</li>
<li><a title="Maluku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku">Maluku</a> :</li>
<li><a title="Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melayu">Melayu</a> : <a title="Hadrah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadrah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hadrah</a>, <a title="Makyong (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Makyong&amp;action=edit&amp;redlink=1">Makyong</a>, <a title="Ronggeng (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ronggeng&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ronggeng</a></li>
<li><a title="Minangkabau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minangkabau">Minangkabau</a> :</li>
<li><a title="Aceh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh">Aceh</a> :</li>
<li><a title="Makassar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makassar">Makassar</a> : <a title="Gandrang Bulo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gandrang_Bulo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gandrang Bulo</a>, <a title="Sinrilik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinrilik&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sinrilik</a></li>
<li><a title="Pesisir Sibolga/Tapteng (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pesisir_Sibolga/Tapteng&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pesisir Sibolga/Tapteng</a> : <a title="Sikambang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sikambang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sikambang</a></li>
</ul>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Alat musik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=6">sunting</a>] Alat musik</h3>
<ul>
<li>Jawa: <a title="Gamelan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gamelan">Gamelan</a>.</li>
<li><a title="Nusa Tenggara Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Timur">Nusa Tenggara Timur</a>: <a title="Sasando" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sasando">Sasando</a>.</li>
<li><a title="Gendang Bali (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gendang_Bali&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gendang Bali</a></li>
<li><a title="Gendang Karo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gendang_Karo">Gendang Karo</a></li>
<li><a title="Gendang Melayu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gendang_Melayu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gendang Melayu</a></li>
<li><a title="Gandang Tabuik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gandang_Tabuik&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gandang Tabuik</a></li>
<li><a title="Sasando" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sasando">Sasando</a></li>
<li><a title="Talempong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Talempong">Talempong</a></li>
<li><a title="Tifa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tifa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tifa</a></li>
<li><a title="Saluang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saluang">Saluang</a></li>
<li><a title="Rebana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rebana">Rebana</a></li>
<li><a title="Bende (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bende&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bende</a></li>
<li><a title="Kenong (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kenong&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kenong</a></li>
<li><a title="Serunai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serunai">Serunai</a></li>
<li><a title="Jidor (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jidor&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jidor</a></li>
<li><a title="Suling Lembang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suling_Lembang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Suling Lembang</a></li>
<li><a title="Suling Sunda (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suling_Sunda&amp;action=edit&amp;redlink=1">Suling Sunda</a></li>
<li><a title="Dermenan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dermenan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dermenan</a></li>
<li><a title="Saron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saron">Saron</a></li>
<li><a title="Kecapi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecapi">Kecapi</a></li>
<li><a title="Bonang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bonang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bonang</a></li>
<li><a title="Kendang Jawa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kendang_Jawa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kendang Jawa</a></li>
<li><a title="Angklung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angklung">Angklung</a></li>
<li><a title="Calung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Calung">Calung</a></li>
<li><a title="Kulintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kulintang">Kulintang</a></li>
<li><a title="Gong Kemada (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gong_Kemada&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gong Kemada</a></li>
<li><a title="Gong Lambus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gong_Lambus&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gong Lambus</a></li>
<li><a title="Rebab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rebab">Rebab</a></li>
<li><a title="Tanggetong (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tanggetong&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tanggetong</a></li>
<li><a title="Gondang Batak (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gondang_Batak&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gondang Batak</a></li>
<li><a title="Kecapi, kesok-Kesok Bugis-makassar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kecapi,_kesok-Kesok_Bugis-makassar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kecapi, kesok-Kesok Bugis-makassar</a>, dan sebagainya</li>
</ul>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Gambar" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=7">sunting</a>] Gambar</h3>
<ul>
<li>Jawa: <a title="Wayang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wayang">Wayang</a>.</li>
<li>Tortor: <a title="Batak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batak">Batak</a></li>
</ul>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Patung" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=8">sunting</a>] Patung</h3>
<ul>
<li>Jawa: <a title="Patung Buto (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Patung_Buto&amp;action=edit&amp;redlink=1">Patung Buto</a>, <a title="Patung Budha (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Patung_Budha&amp;action=edit&amp;redlink=1">patung Budha</a>.</li>
<li>Bali: Garuda.</li>
<li><a title="Irian Jaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irian_Jaya">Irian Jaya</a>: Asmat.</li>
</ul>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Pakaian" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=9">sunting</a>] Pakaian</h3>
<ul>
<li>Jawa: <a title="Batik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik">Batik</a>.</li>
<li><a title="Sumatra Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Utara">Sumatra Utara</a>: <a title="Ulos (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ulos&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ulos</a>, Suri-suri, Gotong.</li>
<li><a title="Sumatra Utara, Sibolga (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sumatra_Utara,_Sibolga&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sumatra Utara, Sibolga</a>: <a title="Anak Daro &amp; Marapule (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anak_Daro_%26_Marapule&amp;action=edit&amp;redlink=1">Anak Daro &amp; Marapule</a>.</li>
<li><a title="Sumatra Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Barat">Sumatra Barat</a>/ <a title="Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melayu">Melayu</a>:</li>
<li>sumatra selatan<a title="Songket" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Songket">Songket</a></li>
<li><a title="Lampung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lampung">Lampung</a> : <a title="Tapis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tapis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tapis</a></li>
<li><a title="Sasiringan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sasiringan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sasiringan</a></li>
<li><a title="Tenun Ikat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenun_Ikat&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tenun Ikat</a></li>
<li>Bugis &#8211; Makassar<a title="Baju Bodo dan Jas Tutup (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Baju_Bodo_dan_Jas_Tutup&amp;action=edit&amp;redlink=1">Baju Bodo dan Jas Tutup</a>, <a title="Baju La'bu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Baju_La%27bu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Baju La&#8217;bu</a></li>
</ul>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Suara" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=10">sunting</a>] Suara</h3>
<ul>
<li>Jawa: <a title="Sinden" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinden">Sinden</a>.</li>
<li>Sumatra: Tukang cerita.</li>
<li>Talibun : (Sibolga, Sumatera Utara)</li>
</ul>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Sastra/tulisan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=11">sunting</a>] Sastra/tulisan</h3>
<ul>
<li>Jawa: <a title="Babad Tanah Jawa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Babad_Tanah_Jawa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Babad Tanah Jawa</a>, karya-karya <a title="Ronggowarsito" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ronggowarsito">Ronggowarsito</a>.</li>
<li>Bali: karya tulis di atas Lontar.</li>
<li>Sumatra bagian timur (Melayu): <a title="Hang Tuah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hang_Tuah">Hang Tuah</a></li>
<li>Sulawesi Selatan <a title="Naskah Tua Lontara (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Naskah_Tua_Lontara&amp;action=edit&amp;redlink=1">Naskah Tua Lontara</a></li>
</ul>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Makanan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=12">sunting</a>] Makanan</h3>
<div>
<dl>
<dd><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Daftar masakan Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_masakan_Indonesia">Daftar masakan Indonesia</a></em></dd>
</dl>
</div>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Kebudayaan Modern Khas Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=13">sunting</a>] Kebudayaan Modern Khas Indonesia</h3>
<ul>
<li>Musik Dangdut: <a title="Elvie Sukaesih (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elvie_Sukaesih&amp;action=edit&amp;redlink=1">Elvie Sukaesih</a>, <a title="Rhoma Irama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rhoma_Irama">Rhoma Irama</a>.</li>
<li>Film Indonesia: &#8220;<a title="Daun di Atas Bantal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daun_di_Atas_Bantal">Daun di Atas Bantal</a>&#8221; (1998) yang mendapat penghargaan Film terbaik di &#8220;Asia Pacific Film Festival&#8221; di <a title="Taipei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taipei">Taipei</a>.</li>
<li>Sastra: <a title="Pujangga Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pujangga_Baru">Pujangga Baru</a>.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlis.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlis.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlis.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlis.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlis.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlis.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlis.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlis.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlis.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlis.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlis.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlis.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlis.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlis.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=31&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/budaya-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93f7f69db5eb5dd46341ca5e2a1626a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurlis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Politik Indonesia</title>
		<link>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/politik-indonesia/</link>
		<comments>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/politik-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 06:51:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlis</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/politik-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[adalah sebuah negara republik berdasarkan UUD 1945. Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan atau separation of power, melainkan distribution of power atau pembagian kekuasaan, dengan sentral berada pada pemerintah Indonesia, hal ini tercermin dari dimilikinya sebagian kekuasaan yudikatif dan kekuasaan legislatif oleh presiden (eksekutif). Kekuasaan yang dimiliki eksekutif dalam bidang yudikatif meliputi pemberian grasi, abolisi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=29&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>adalah sebuah negara <a title="Republik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik">republik</a> berdasarkan <a title="UUD 1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/UUD_1945">UUD 1945</a>. Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan atau <i>separation of power</i>, melainkan <i>distribution of power</i> atau pembagian kekuasaan, dengan sentral berada pada <a title="Pemerintah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah">pemerintah Indonesia</a>, hal ini tercermin dari dimilikinya sebagian kekuasaan yudikatif dan kekuasaan legislatif oleh presiden (eksekutif). Kekuasaan yang dimiliki eksekutif dalam bidang yudikatif meliputi pemberian <a title="Grasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Grasi">grasi</a>, <a title="Abolisi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abolisi&amp;action=edit&amp;redlink=1">abolisi</a>, <a title="Amnesti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amnesti">amnesti</a> dan <a title="Rehabilitasi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rehabilitasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">rehabilitasi</a> oleh presiden, namun harus dengan persetujuan <a title="Dewan Perwakilan Rakyat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Perwakilan_Rakyat">Dewan Perwakilan Rakyat</a>. Sedangkan kekuasaan eksekutif dalam bidang legislatif meliputi menetapkan <a title="Perpu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perpu">Perpu</a> dan <a title="Peraturan Pemerintah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peraturan_Pemerintah">Peraturan Pemerintah</a>. Sistem pemerintahan Indonesia sering disebut sebagai &#8220;sistem pemerintahan <a title="Sistem presidensial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_presidensial">presidensial</a> dengan sifat <a title="Sistem parlementer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_parlementer">parlementer</a>&#8220;. Setelah <a title="Kerusuhan Mei 1998" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerusuhan_Mei_1998">Kerusuhan Mei 1998</a> yang berujung pada lengsernya Presiden <a title="Soeharto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto">Soeharto</a>, reformasi besar-besaran segera dilakukan di bidang politik.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Proses reformasi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>] Proses reformasi</h2>
<p>Proses reformasi dalam kancah politik Indonesia telah berjalan sejak <a title="1999" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1999">1999</a> dan telah menghasilkan banyak perubahan penting.</p>
<p>Di antaranya adalah pengurangan masa jabatan menjadi 2 kali masa bakti dengan masing-masing masa bakti selama 5 tahun untuk <a title="Presiden Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_Indonesia">presiden</a> dan <a title="Wakil Presiden Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wakil_Presiden_Indonesia">wakil presiden</a>, serta dilaksanakannya langkah-langkah untuk memeriksa institusi bermasalah dan keuangan negara. Lembaga negara tertinggi adalah <a title="Majelis Permusyawaratan Rakyat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majelis_Permusyawaratan_Rakyat">Majelis Permusyawaratan Rakyat</a> (MPR), yang fungsinya meliputi: memilih presiden dan wakil presiden (sejak 2004 presiden dipilih langsung oleh rakyat), menciptakan <a title="Garis Besar Haluan Negara (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Garis_Besar_Haluan_Negara&amp;action=edit&amp;redlink=1">Garis Besar Haluan Negara</a> (GBHN), dan mengesahkan undang-undang. MPR beranggotakan 695 orang yang meliputi seluruh anggota <a title="Dewan Perwakilan Rakyat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Perwakilan_Rakyat">Dewan Perwakilan Rakyat</a> (DPR) yang beranggotakan 550 orang ditambah 130 orang dari perwakilan daerah yang dipilih dari masing-masing DPRD tiap-tiap provinsi serta 65 anggota yang ditunjuk dari berbagai golongan profesi.</p>
<p>DPR, yang merupakan institusi legislatif, mencakup 462 anggota yang terpilih melalui sistem perwakilan distrik maupun proporsional (campuran). Sebelum pemilu <a title="2004" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2004">2004</a>, <a title="Tentara Nasional Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tentara_Nasional_Indonesia">TNI</a> dan <a title="Kepolisian Republik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepolisian_Republik_Indonesia">Polri</a> memiliki perwakilan di DPR dan perwakilannya di MPR akan berakhir pada tahun <a title="2009" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2009">2009</a>. Perwakilan kelompok golongan di MPR telah ditiadakan pada 2004. Dominasi <a title="Militer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Militer">militer</a> di dalam pemerintahan daerah perlahan-lahan menghilang setelah peraturan yang baru melarang anggota militer yang masih aktif untuk memasuki dunia politik.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Lihat pula" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>] Lihat pula</h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlis.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=29&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/politik-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93f7f69db5eb5dd46341ca5e2a1626a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurlis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum pidana</title>
		<link>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/hukum-pidana/</link>
		<comments>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/hukum-pidana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 06:44:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlis</dc:creator>
				<category><![CDATA[hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/hukum-pidana/</guid>
		<description><![CDATA[Hukum pidana adalah hukum yang mengatur perbuatan-perbuatan apa yang dilarang dan memberikan hukuman bagi yang melanggarnya. Perbuatan yang dilarang dalam hukum pidana adalah: Pembunuhan Pencurian Penipuan Perampokan Penganiayaan Pemerkosaan Korupsi Hukum pidana dibagi atas 2, yaitu: Hukum Pidana Sipil Hukum Pidana Militer Disamping Ilmu Hukum Pidana, Yang sesungguhnya dapat juga dianmakan ilmu tentang hukumannya kejahatan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=27&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hukum pidana</strong> adalah <a title="Hukum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum">hukum</a> yang mengatur perbuatan-perbuatan apa yang dilarang dan memberikan hukuman bagi yang melanggarnya. Perbuatan yang dilarang dalam hukum pidana adalah:</p>
<ul>
<li><a title="Pembunuhan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembunuhan">Pembunuhan</a></li>
<li><a title="Pencurian (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pencurian&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pencurian</a></li>
<li><a title="Penipuan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penipuan">Penipuan</a></li>
<li><a title="Perampokan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perampokan">Perampokan</a></li>
<li><a title="Penganiayaan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penganiayaan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Penganiayaan</a></li>
<li><a title="Pemerkosaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerkosaan">Pemerkosaan</a></li>
<li><a title="Korupsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi">Korupsi</a></li>
</ul>
<p>Hukum pidana dibagi atas 2, yaitu:</p>
<ul>
<li>Hukum Pidana Sipil</li>
<li>Hukum Pidana Militer</li>
</ul>
<p>Disamping Ilmu Hukum Pidana, Yang sesungguhnya dapat juga dianmakan ilmu tentang hukumannya kejahatan, ada juga ilmu tentang kejahatannya sendiri yang dinamakan &#8220;KRIMINOLOGI&#8221;. hal ini dimaksudkan agar menjadi mengerti apa sebab-sebabnya sehinnga pelaku sampai berbuat jahat. Di negeri-negeri Angelsaks, KRIMINOLOGI dibagi menjadi tiga bagian :</p>
<ul>
<li><em>Criminal biologi</em></li>
<li><em>Criminal sosiology</em></li>
<li><em>Criminal policy</em></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlis.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlis.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlis.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlis.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlis.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlis.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlis.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlis.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlis.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlis.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlis.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlis.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlis.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlis.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=27&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/hukum-pidana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93f7f69db5eb5dd46341ca5e2a1626a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurlis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum</title>
		<link>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/hukum-2/</link>
		<comments>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/hukum-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 06:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlis</dc:creator>
				<category><![CDATA[hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlis.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Hukum [4] adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. [5] dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=14&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hukum</strong> <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#cite_note-3">[4]</a></sup> adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#cite_note-4">[5]</a></sup> dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa &#8220;Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela.&#8221; <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#cite_note-5">[6]</a></sup> <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#cite_note-6">[7]</a></sup></p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td>
<div id="toctitle">
<h2>Daftar isi</h2>
<p>[<a id="togglelink" href="toggleToc()">sembunyikan</a>]</p>
</div>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Bidang_hukum">1 Bidang hukum</a>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Hukum_perdata">1.1 Hukum perdata</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Hukum_publik">1.2 Hukum publik</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Hukum_pidana">1.3 Hukum pidana</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Hukum_acara">1.4 Hukum acara</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Hukum_internasional">1.5 Hukum internasional</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Sistem_hukum">2 Sistem hukum</a>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Sistem_hukum_Eropa_Kontinental">2.1 Sistem hukum Eropa Kontinental</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Sistem_hukum_Anglo-Saxon">2.2 Sistem hukum Anglo-Saxon</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Sistem_hukum_adat.2Fkebiasaan">2.3 Sistem hukum adat/kebiasaan</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Sistem_hukum_agama">2.4 Sistem hukum agama</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Teori_hukum">3 Teori hukum</a>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Sejarah_hukum">3.1 Sejarah hukum</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Filsafat_hukum">3.2 Filsafat hukum</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Sosiologi_hukum">3.3 Sosiologi hukum</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Hukum_Indonesia">4 Hukum Indonesia</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Lihat_pula">5 Lihat pula</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Catatan_kaki">6 Catatan kaki</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>//</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Bidang hukum" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>] Bidang hukum</h2>
<p>Hukum dapat dibagi dalam berbagai bidang, antara lain <a title="Hukum perdata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_perdata">hukum perdata</a>, hukum publik, <a title="Hukum pidana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_pidana">hukum pidana</a>, hukum acara, hukum tata negara, <a title="Hukum internasional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional">hukum internasional</a>, <a title="Hukum adat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_adat">hukum adat</a>, <a title="Hukum islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_islam">hukum islam</a>, hukum agraria</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Hukum perdata" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>] Hukum perdata</h3>
<p>Salah satu bidang hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara individu-individu dalam masyarakat dengan saluran tertentu. Hukum perdata disebut juga hukum privat atau hukum sipil. Salah satu contoh hukum perdata dalam masyarakat adalah jual beli rumah atau kendaraan .</p>
<p>Hukum perdata dapat digolongkan antara lain menjadi:</p>
<ol>
<li>Hukum keluarga</li>
<li>Hukum harta kekayaan</li>
<li>Hukum benda</li>
<li>Hukum Perikatan</li>
<li><a title="Hukum Waris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Waris">Hukum Waris</a></li>
</ol>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Hukum publik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>] Hukum publik</h3>
<p>Hukum publik adalah hukum yang mengatur hubungan antara subjek hukum dengan orang lain.atau Hukum publik adalah hukum yang mengatur kepentingan <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a>.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Hukum pidana" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>] Hukum pidana</h3>
<p>Hukum yang mengatur perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh undang-undang dan berakibat diterapkannya hukuman bagi barang siapa yang melakukannya dan memenuhi unsur-unsur perbuatan yang disebutkan dalam undang-undang pidana. Seperti perbuatan yang dilarang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Korupsi, Undang-Undang HAM dan sebagainya Dalam hukum pidana dikenal, 2 jenis perbuatan yaitu kejahatan dan pelanggaran, kejahatan ialah perbuatan yang tidak hanya bertentangan dengan undang-undang tetapi juga bertentangan dengan nilai moral, nilai agama dan rasa keadilan masyarakat, contohnya mencuri, membunuh, berzina, memperkosa dan sebagainya. sedangkan pelanggaran ialah perbuatan yang hanya dilarang oleh undang-undang, seperti tidak pakai helem, tidak menggunakan sabuk pengaman dalam berkendaraan, dan sebagainya.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Hukum acara" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=5">sunting</a>] Hukum acara</h3>
<p>Untuk tegaknya hukum materiil diperlukan hukum acara atau sering juga disebut hukum formil. Hukum acara merupakan ketentuan yang mengatur bagaimana cara agar hukum (materiil) itu terwujud atau dapat diterapkan/dilaksanakan kepada subyek yang memenuhi perbuatannya . Tanpa hukum acara maka tidak ada manfaat hukum materiil. Untuk menegakkan ketentuan <a title="Hukum pidana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_pidana">hukum pidana</a> diperlukan hukum acara pidana, untuk <a title="Hukum perdata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_perdata">hukum perdata</a> maka ada hukum acara perdata. Hukum acara ini harus dikuasai para praktisi hukum, polisi, jaksa, pengacara, hakim.</p>
<p>tegaknya supremasi hukum itu harus dimulai dari penegak hukum itu sendiri. yang paling utama itu adalah bermula dari pejabat yang paling tingi yaitu mahkamah agung ( [MA] )harus benar-benar melaksanakan hukum materil itu dengan tegas. baru akan terlaksana hukum yang sebenarnya dikalangan bawahannya. (w2n_11)</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Hukum internasional" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=6">sunting</a>] Hukum internasional</h3>
<p>Hukum yang mengatur tentang hubungan hukum antar negara satu dengan negara lain secara internasional, yang mengandung dua pengertian dalam arti sempit dan luas.</p>
<ol>
<li>Dalam arti sempit meliputi : Hukum publik internasional saja</li>
<li>Dalam arti luas meliputi : Hukum publik internasional dan hukum perdata internasional</li>
</ol>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Sistem hukum" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=7">sunting</a>] Sistem hukum</h2>
<div>
<dl>
<dd><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Sistem hukum di dunia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_hukum_di_dunia">Sistem hukum di dunia</a></em></dd>
</dl>
</div>
<p>Ada berbagai jenis sistem hukum yang berbeda yang dianut oleh negara-negara di dunia pada saat ini, antara lain sistem hukum Eropa Kontinental, sistem hukum Anglo-Saxon, sistem hukum adat, sistem hukum agama.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Sistem hukum Eropa Kontinental" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=8">sunting</a>] Sistem hukum Eropa Kontinental</h3>
<p>Sistem hukum Eropa Kontinental adalah suatu sistem hukum dengan ciri-ciri adanya berbagai ketentuan-ketentuan hukum dikodifikasi (dihimpun) secara sistematis yang akan ditafsirkan lebih lanjut oleh hakim dalam penerapannya. Hampir 60% dari populasi dunia tinggal di negara yang menganut sistem hukum ini.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Sistem hukum Anglo-Saxon" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=9">sunting</a>] Sistem hukum Anglo-Saxon</h3>
<p>Sistem <a title="en:Anglo-Saxon" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anglo-Saxon">Anglo-Saxon</a> adalah suatu sistem hukum yang didasarkan pada <a title="Yurisprudensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yurisprudensi">yurisprudensi</a>, yaitu keputusan-keputusan hakim terdahulu yang kemudian menjadi dasar putusan hakim-hakim selanjutnya. Sistem hukum ini diterapkan di <a title="Irlandia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irlandia">Irlandia</a>, <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a>, <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a>, <a title="Selandia Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selandia_Baru">Selandia Baru</a>, <a title="Afrika Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika_Selatan">Afrika Selatan</a>, <a title="Kanada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanada">Kanada</a> (kecuali Provinsi Quebec) dan <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a> (walaupun negara bagian Louisiana mempergunakan sistem hukum ini bersamaan dengan sistim hukum Eropa Kontinental Napoleon). Selain negara-negara tersebut, beberapa negara lain juga menerapkan sistem hukum Anglo-Saxon campuran, misalnya Pakistan, India dan Nigeria yang menerapkan sebagian besar sistem hukum Anglo-Saxon, namun juga memberlakukan hukum adat dan hukum agama.</p>
<p>Sistem hukum anglo saxon, sebenarnya penerapannya lebih mudah terutama pada masyarakat pada negara-negara berkembang karena sesuai dengan perkembangan zaman.Pendapat para ahli dan prakitisi hukum lebih menonjol digunakan oleh <a title="Hakim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hakim">hakim</a>, dalam memutus perkara.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Sistem hukum adat/kebiasaan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=10">sunting</a>] Sistem hukum adat/kebiasaan</h3>
<p><a title="Hukum Adat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Adat">Hukum Adat</a> adalah adalah seperangkat norma dan aturan adat/kebiasaan yang berlaku di suatu wilayah.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Sistem hukum agama" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=11">sunting</a>] Sistem hukum agama</h3>
<p>Sistem hukum <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> adalah sistem hukum yang berdasarkan ketentuan agama tertentu. Sistem hukum agama biasanya terdapat dalam <a title="Kitab Suci" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Suci">Kitab Suci</a>.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Teori hukum" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=12">sunting</a>] Teori hukum</h2>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Sejarah hukum" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=13">sunting</a>] Sejarah hukum</h3>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Milkau_Oberer_Teil_der_Stele_mit_dem_Text_von_Hammurapis_Gesetzescode_369-2.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/55/Milkau_Oberer_Teil_der_Stele_mit_dem_Text_von_Hammurapis_Gesetzescode_369-2.jpg/180px-Milkau_Oberer_Teil_der_Stele_mit_dem_Text_von_Hammurapis_Gesetzescode_369-2.jpg" alt="" width="180" height="245" /></a>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Milkau_Oberer_Teil_der_Stele_mit_dem_Text_von_Hammurapis_Gesetzescode_369-2.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Raja <a title="Hammurabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hammurabi">Hammurabi</a> memperoleh wahyu <a title="Codex Hammurabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Codex_Hammurabi">aturan-aturan hukum</a> dari Tuhan</p>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>Sejarah Hukum</strong> adalah bidang studi tentang bagaimana hukum berkembang dan apa yang menyebabkan perubahannya. Sejarah hukum erat terkait dengan perkembangan <a title="Peradaban" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peradaban">peradaban</a> dan ditempatkan dalam konteks yang lebih luas dari <a title="Sejarah sosial (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_sosial&amp;action=edit&amp;redlink=1">sejarah sosial</a>. Di antara sejumlah ahli hukum dan pakar sejarah tentang proses hukum, sejarah hukum dipandang sebagai catatan mengenai evolusi hukum dan penjelasan teknis tentang bagaimana hukum-hukum ini berkembang dengan pandangan tentang pemahaman yang lebih baik mengenai asal-usul dari berbagai konsep hukum. Sebagian orang menganggapnya sebagai bagian dari <a title="Sejarah intelektual (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_intelektual&amp;action=edit&amp;redlink=1">sejarah intelektual</a>. Para sejarawan abad ke-20 telah memandang sejarah hukum dalam cara yang lebih kontekstual, lebih sejalan dengan pemikiran <a title="Sejarah sosial (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_sosial&amp;action=edit&amp;redlink=1">para sejarawan sosial</a>. Mereka meninjau lembaga-lembaga hukum sebagai sistem aturan, pelaku dan lambang yang kompleks, dan melihat unsur-unsur ini berinteraksi dengan masyarakat untuk mengubah, mengadaptasi, menolak atau memperkenalkan aspek-aspek tertentu dari <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat sipil</a>. Para sejarawan hukum seperti itu cenderung menganalisis sejarah kasus dari parameter penelitian <a title="Ilmu sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_sosial">ilmu sosial</a>, dengan menggunakan metode-metode statistik, menganalisis perbedaan kelas antara pihak-pihak yang mengadukan kasusnya, mereka yang mengajukan permohonan, dan para pelaku lainnya dalam berbagai proses hukum. Dengan menganalisis hasil-hasil kasus, biaya transaksi, jumlah kasus-kasus yang diselesaikan, mereka telah memulai analisis terhadap lembaga-lembaga hukum, praktik-praktik, prosedur dan amaran-amarannya yang memberikan kita gambaran yang lebih kompleks tentang hukum dan <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> daripada yang dapat dicapai oleh studi tentang <a title="Yurisprudensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yurisprudensi">yurisprudensi</a>, hukum dan aturan sipil.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Filsafat hukum" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=14">sunting</a>] Filsafat hukum</h3>
<p>Filsafat hukum adalah cabang <a title="Filsafat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat">filsafat</a> yang membicarakan apa hakekat hukum itu, apa tujuannya, mengapa dia ada dan mengapa orang harus tunduk kepada hukum. Disamping menjawab pertanyaan masalah-masalah umum abstrak tersebut, filsafat hukum juga membahas soal-soal kongkret mengenai hubungan antara hukum dan <a title="Moral" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Moral">moral</a> (<a title="Etika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Etika">etika</a>) dan masalah keabsahan berbagai macam lembaga hukum.</p>
<p>filsafat adalah merupakan suatu renungan yang mendalam terhadap suatu objek untuk menumukan hakeket yang sebenarnya, bukan untuk mencari perpecahan dari suatu cabang ilmu, sehingga muncul cabang ilmu baru yang mempersulit kita dalam mencari suatu kebanaran dikarenakan suatu pertentangan sudut pandang.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Sosiologi hukum" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=15">sunting</a>] Sosiologi hukum</h3>
<p>Sosiologi hukum adalah merupakan suatu disiplin ilmu dalam ilmu hukum yang baru mulai dikenal pada tahun 60-an. Kehadiran disiplin ilmu sosiologi hukum di Indonesia memberikan suatu pemahaman baru bagi masyarakat mengenai hukum yang selama ini hanya dilihat sebagai suatu sistem perundang-undangan atau yang biasanya disebut sebagai pemahaman hukum secara normatif. Lain halnya dengan pemahaman hukum secara normatif, sosiologi hukum adalah mengamati dan mencatat hukum dalam kenyataan kehidupan sehari-hari dan kemudian berusaha untuk menjelaskannya. Sosiologi Hukum sebagai ilmu terapan menjadikan Sosiologi sebagai subyek seperti fungsi sosiologi dalam penerapan hukum, pembangunan hukum, pembaharuan hukum, perubahan masyarakat dan perubahan hukum,dampak dan efektivitas hukum, kultur hukum.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Hukum Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum&amp;action=edit&amp;section=16">sunting</a>] Hukum Indonesia</h2>
<div>
<dl>
<dd><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Hukum Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Indonesia">Hukum Indonesia</a></em></dd>
</dl>
</div>
<p>Indonesia adalah negara yang menganut sistem hukum campuran dengan sistem hukum utama yaitu sistem hukum Eropa Kontinental. Selain sistem hukum Eropa Kontinental, di Indonesia juga berlaku sistem hukum adat dan sistem hukum agama, khususnya hukum (syariah) Islam. Uraian lebih lanjut ada pada bagian <a title="Hukum Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Indonesia">Hukum Indonesia</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlis.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlis.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlis.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlis.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlis.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlis.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlis.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlis.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlis.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlis.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlis.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlis.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlis.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlis.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=14&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/hukum-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93f7f69db5eb5dd46341ca5e2a1626a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurlis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/55/Milkau_Oberer_Teil_der_Stele_mit_dem_Text_von_Hammurapis_Gesetzescode_369-2.jpg/180px-Milkau_Oberer_Teil_der_Stele_mit_dem_Text_von_Hammurapis_Gesetzescode_369-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Politik</title>
		<link>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/politik/</link>
		<comments>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/politik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 05:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlis</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/politik/</guid>
		<description><![CDATA[Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.[1] Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=11&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Politik</strong> adalah <a title="Proses" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proses">proses</a> pembentukan dan pembagian <a title="Kekuasaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan">kekuasaan</a> dalam <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> yang antara lain berwujud proses <a title="Pembuatan keputusan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembuatan_keputusan&amp;action=edit&amp;redlink=1">pembuatan keputusan</a>, khususnya dalam <a title="Negara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara">negara</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#cite_note-0">[1]</a></sup> Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai <a title="Definisi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Definisi">definisi</a> yang berbeda mengenai <a title="Hakikat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hakikat&amp;action=edit&amp;redlink=1">hakikat</a> politik yang dikenal dalam <a title="Ilmu politik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_politik">ilmu politik</a>.</p>
<p>Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara <a title="Konstitusional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konstitusional">konstitusional</a> maupun <a title="Nonkonstitusional (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nonkonstitusional&amp;action=edit&amp;redlink=1">nonkonstitusional</a>.</p>
<p>Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:</p>
<ul>
<li>politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)</li>
<li>politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara</li>
<li>politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat</li>
<li>politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan <a title="Kebijakan publik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_publik">kebijakan publik</a>.</li>
</ul>
<p>Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: <a title="Kekuasaan politik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan_politik">kekuasaan politik</a>, <a title="Legitimasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Legitimasi">legitimasi</a>, <a title="Sistem politik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_politik">sistem politik</a>, <a title="Perilaku politik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perilaku_politik&amp;action=edit&amp;redlink=1">perilaku politik</a>, <a title="Partisipasi politik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partisipasi_politik">partisipasi politik</a>, <a title="Proses politik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses_politik&amp;action=edit&amp;redlink=1">proses politik</a>, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang <a title="Partai politik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_politik">partai politik</a>.</p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td>
<div id="toctitle">
<h2>Daftar isi</h2>
<p>[<a id="togglelink" href="toggleToc()">sembunyikan</a>]</p>
</div>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Ilmu_politik">1 Ilmu politik</a>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Teori_politik">1.1 Teori politik</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Lembaga_politik">1.2 Lembaga politik</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Partai_dan_Golongan">1.3 Partai dan Golongan</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Hubungan_Internasional">1.4 Hubungan Internasional</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Masyarakat">2 Masyarakat</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Kekuasaan">3 Kekuasaan</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Negara">4 Negara</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Tokoh_dan_pemikir_ilmu_politik">5 Tokoh dan pemikir ilmu politik</a>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Tokoh-tokoh_politik">5.1 Tokoh-tokoh politik</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Pemikir-pemikir_politik">5.2 Pemikir-pemikir politik</a>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Mancanegara">5.2.1 Mancanegara</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Indonesia">5.2.2 Indonesia</a></li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Perilaku_politik">6 Perilaku politik</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Referensi">7 Referensi</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Lihat_pula">8 Lihat pula</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// &lt;![CDATA[//</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Ilmu politik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>] Ilmu politik</h2>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Teori politik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>] Teori politik</h3>
<p><a title="Teori politik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_politik">Teori politik</a> merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik, bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya. Bahasan dalam Teori Politik antara lain adalah <a title="Filsafat politik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Filsafat_politik&amp;action=edit&amp;redlink=1">filsafat politik</a>, konsep tentang <a title="Sistem politik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_politik">sistem politik</a>, <a title="Negara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara">negara</a>, <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a>, <a title="Kedaulatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kedaulatan">kedaulatan</a>, <a title="Kekuasaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan">kekuasaan</a>, <a title="Legitimasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Legitimasi">legitimasi</a>, <a title="Lembaga negara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_negara">lembaga negara</a>, <a title="Perubahan sosial (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perubahan_sosial&amp;action=edit&amp;redlink=1">perubahan sosial</a>, <a title="Pembangunan politik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembangunan_politik&amp;action=edit&amp;redlink=1">pembangunan politik</a>, <a title="Perbandingan politik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perbandingan_politik&amp;action=edit&amp;redlink=1">perbandingan politik</a>, dsb.</p>
<p>Terdapat banyak sekali sistem politik yang dikembangkan oleh negara negara di dunia antara lain: <a title="Anarkisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anarkisme">anarkisme</a>,<a title="Autoritarian (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Autoritarian&amp;action=edit&amp;redlink=1">autoritarian</a>, <a title="Demokrasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi">demokrasi</a>, <a title="Diktatorisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diktatorisme">diktatorisme</a>, <a title="Fasisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fasisme">fasisme</a>, <a title="Federalisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Federalisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">federalisme</a>, <a title="Feminisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Feminisme">feminisme</a>, <a title="Fundamentalisme keagamaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fundamentalisme_keagamaan">fundamentalisme keagamaan</a>, <a title="Globalisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisme">globalisme</a>, <a title="Imperialisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imperialisme">imperialisme</a>, <a title="Kapitalisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme">kapitalisme</a>, <a title="Komunisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme">komunisme</a>, <a title="Liberalisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Liberalisme">liberalisme</a>, <a title="Libertarianisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Libertarianisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">libertarianisme</a>, <a title="Marxisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marxisme">marxisme</a>, <a title="Meritokrasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meritokrasi">meritokrasi</a>, <a title="Monarki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monarki">monarki</a>, <a title="Nasionalisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nasionalisme">nasionalisme</a>, <a title="Rasisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasisme">rasisme</a>, <a title="Sosialisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisme">sosialisme</a>, <a title="Theokrasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Theokrasi">theokrasi</a>, <a title="Totaliterisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Totaliterisme">totaliterisme</a>, <a title="Oligarki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oligarki">oligarki</a> dsb.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Lembaga politik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>] Lembaga politik</h3>
<p>Secara awam berarti suatu <a title="Organisasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi">organisasi</a>, tetapi lembaga bisa juga merupakan suatu kebiasaan atau perilaku yang terpola. Perkawinan adalah lembaga sosial, baik yang diakui oleh negara lewat KUA atau Catatan Sipil di Indonesia maupun yang diakui oleh masyarakat saja tanpa pengakuan negara. Dalam konteks ini suatu organisasi juga adalah suatu perilaku yang terpola dengan memberikan jabatan pada orang-orang tertentu untuk menjalankan fungsi tertentu demi pencapaian tujuan bersama, organisasi bisa formal maupun informal. Lembaga politik adalah perilaku politik yang terpola dalam bidang politik.</p>
<p>Pemilihan pejabat, yakni proses penentuan siapa yang akan menduduki jabatan tertentu dan kemudian menjalankan fungsi tertentu (sering sebagai pemimpin dalam suatu bidang/masyarakat tertentu) adalah lembaga demokrasi. Bukan lembaga pemilihan umumnya (atau sekarang KPU-nya) melainkan seluruh perilaku yang terpola dalam kita mencari dan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin ataupun wakil kita untuk duduk di parlemen.</p>
<p>Persoalan utama dalam negara yang tengah melalui proses transisi menuju demokrasi seperti indonesia saat ini adalah pelembagaan demokrasi. Yaitu bagaimana menjadikan perilaku pengambilan keputusan untuk dan atas nama orang banyak bisa berjalan sesuai dengan norma-norma demokrasi, umumnya yang harus diatasi adalah merobah lembaga feodalistik (perilaku yang terpola secara feodal, bahwa ada kedudukan pasti bagi orang-orang berdasarkan kelahiran atau profesi sebagai bangsawan politik dan yang lain sebagai rakyat biasa) menjadi lembaga yang terbuka dan mencerminkan keinginan orang banyak untuk mendapatkan kesejahteraan.</p>
<p>Untuk melembagakan demokrasi diperlukan hukum dan perundang-undangan dan perangkat struktural yang akan terus mendorong terpolanya perilaku demokratis sampai bisa menjadi pandangan hidup. Karena diyakini bahwa dengan demikian kesejahteraan yang sesungguhnya baru bisa dicapai, saat tiap individu terlindungi hak-haknya bahkan dibantu oleh negara untuk bisa teraktualisasikan, saat tiap individu berhubungan dengan individu lain sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Partai dan Golongan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>] Partai dan Golongan</h3>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Hubungan Internasional" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=5">sunting</a>] Hubungan Internasional</h3>
<p>Dalam bentuk klasiknya hubungan internasional adalah hubungan antar negara, namun dalam perkembangan konsep ini bergeser untuk mencakup semua interaksi yang berlangsung lintas batas negara. Dalam bentuk klasiknya hubungan internasional diperankan hanya oleh para diplomat (dan mata-mata) selain tentara dalam medan peperangan. Sedangkan dalam konsep baru hubungan internasional, berbagai organisasi internasional, perusahaan, organisasi nirlaba, bahkan perorangan bisa menjadi aktor yang berperan penting dalam politik internasional.</p>
<p>Peran perusahaan multinasional seperti <a title="Monsanto (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Monsanto&amp;action=edit&amp;redlink=1">Monsanto</a> dalam <a title="WTO" href="http://id.wikipedia.org/wiki/WTO">WTO</a> (World Trade Organization/Organisasi Perdagangan Dunia) misalnya mungkin jauh lebih besar dari peran Republik Indonesia. <a title="Transparancy International (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transparancy_International&amp;action=edit&amp;redlink=1">Transparancy International</a> laporan indeks persepsi korupsi-nya di Indonesia mempunyai pengaruh yang besar.</p>
<p><a title="Persatuan Bangsa Bangsa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Bangsa_Bangsa">Persatuan Bangsa Bangsa</a> atau PBB merupakan organisasi internasional terpenting, karena hampir seluruh negara di dunia menjadi anggotanya. Dalam periode perang dingin PBB harus mencerminkan realitas politik bipolar sehingga sering tidak bisa membuat keputusan efektif, setelah berakhirnya perang dingin dan realitas politik cenderung menjadi unipolar dengan <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a> sebagai kekuatan <a title="Hiper Power (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hiper_Power&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hiper Power</a>, PBB menjadi relatif lebih efektif untuk melegitimasi suatu tindakan internasional sebagai tindakan <a title="Multilateral" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Multilateral">multilateral</a> dan bukan tindakan <a title="Unilateral (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Unilateral&amp;action=edit&amp;redlink=1">unilateral</a> atau sepihak. Upaya AS untuk mendapatkan dukungan atas inisiatifnya menyerbu <a title="Irak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irak">Irak</a> dengan melibatkan PBB, merupakan bukti diperlukannya legitimasi multilateralisme yang dilakukan lewat PBB.</p>
<p>Untuk mengatasi berbagai konflik bersenjata yang kerap meletus dengan cepat di berbagai belahan dunia misalnya, saat ini sudah ada usulan untuk membuat pasukan perdamaian dunia (peace keeping force) yang bersifat tetap dan berada di bawah komando PBB. Hal ini diharapkan bisa mempercepat reaksi PBB dalam mengatasi berbagai konflik bersenjata. Saat misalnya PBB telah memiliki semacam polisi tetap yang setiap saat bisa dikerahkan oleh Sekertaris Jendral PBB untuk beroperasi di daerah operasi PBB. Polisi PBB ini yang menjadi Civpol (<a title="Civilian Police (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Civilian_Police&amp;action=edit&amp;redlink=1">Civilian Police</a>/polisi sipil) pertama saat Timor Timur lepas dari Republik Indonesia.</p>
<p>Hubungan internasional telah bergeser jauh dari dunia eksklusif para diplomat dengan segala protokol dan keteraturannya, ke arah kerumitan dengan kemungkinan setiap orang bisa menjadi aktor dan mempengaruhi jalannya politik baik di tingkat global maupun lokal. Pada sisi lain juga terlihat kemungkinan munculnya <em>pemerintahan</em> dunia dalam bentuk PBB, yang mengarahkan pada keteraturan suatu negara (<a title="Konfederasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konfederasi">konfederasi</a>?).</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=6">sunting</a>] Masyarakat</h2>
<p>adalah sekumpulan orang orang yang mendiami wilayah suatu negara.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Kekuasaan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=7">sunting</a>] Kekuasaan</h2>
<p>Dalam teori politik menunjuk pada kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. <a title="Max Weber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Max_Weber">Max Weber</a> menuliskan adanya tiga sumber kekuasaan: pertama dari perundangundangan yakni kewenangan; kedua, dari kekerasan seperti penguasaan senjata; ketiga, dari karisma.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Negara" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=8">sunting</a>] Negara</h2>
<p>negara merupakan suatu kawasan teritorial yang didalamnya terdapat sejumlah penduduk yang mendiaminya, dan memiliki kedaulatan untuk menjalankan pemerintahan, dan keberadaannya diakui oleh negara lain. ketentuan yang tersebut diatas merupakan syarat berdirinya suatu negara menurut konferensi Montevideo pada tahun 1933</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Tokoh dan pemikir ilmu politik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=9">sunting</a>] Tokoh dan pemikir ilmu politik</h2>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Tokoh-tokoh politik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=10">sunting</a>] Tokoh-tokoh politik</h3>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Pemikir-pemikir politik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=11">sunting</a>] Pemikir-pemikir politik</h3>
<h4>[<a title="Sunting bagian: Mancanegara" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=12">sunting</a>] Mancanegara</h4>
<p>Tokoh tokoh pemikir Ilmu Politik dari kalangan teoris klasik, modern maupun kontempoter antara lain adalah: <a title="Aristoteles" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles">Aristoteles</a>, <a title="Adam Smith" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Smith">Adam Smith</a>, <a title="Cicero" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cicero">Cicero</a>, <a title="Friedrich Engels" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Friedrich_Engels">Friedrich Engels</a>, <a title="Immanuel Kant" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Immanuel_Kant">Immanuel Kant</a>, <a title="John Locke" href="http://id.wikipedia.org/wiki/John_Locke">John Locke</a>, <a title="Karl Marx" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karl_Marx">Karl Marx</a>, <a title="Lenin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lenin">Lenin</a>, <a title="Martin Luther" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Martin_Luther">Martin Luther</a>, <a title="Max Weber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Max_Weber">Max Weber</a>, <a title="Nicolo Machiavelli" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nicolo_Machiavelli">Nicolo Machiavelli</a>, <a title="Rousseau (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rousseau&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rousseau</a>, <a title="Samuel P Huntington" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samuel_P_Huntington">Samuel P Huntington</a>, <a title="Thomas Hobbes (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Thomas_Hobbes&amp;action=edit&amp;redlink=1">Thomas Hobbes</a>, <a title="Antonio Gramsci" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antonio_Gramsci">Antonio Gramsci</a>, <a title="Harold Crouch (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harold_Crouch&amp;action=edit&amp;redlink=1">Harold Crouch</a>, <a title="Douglas E Ramage (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Douglas_E_Ramage&amp;action=edit&amp;redlink=1">Douglas E Ramage</a>.</p>
<h4>[<a title="Sunting bagian: Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=13">sunting</a>] Indonesia</h4>
<p>Beberapa tokoh pemikir dan penulis materi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Indonesia adalah: <a title="Miriam Budiharjo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Miriam_Budiharjo">Miriam Budiharjo</a>, <a title="Salim Said (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salim_Said&amp;action=edit&amp;redlink=1">Salim Said</a> dan <a title="Ramlan Surbakti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ramlan_Surbakti">Ramlan Surbakti</a>.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Perilaku politik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik&amp;action=edit&amp;section=14">sunting</a>] Perilaku politik</h2>
<p>Perilaku politik atau (Inggris:Politic Behaviour)adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik.Seorang individu/kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan perilaku politik adapun yang dimaksud dengan perilaku politik contohnya adalah:</p>
<ul>
<li>Melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat / pemimpin</li>
<li>Mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol , mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau lsm lembaga swadaya masyarakat</li>
<li>Ikut serta dalam pesta politik</li>
<li>Ikut mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang berotoritas</li>
<li>Berhak untuk menjadi pimpinan politik</li>
<li>Berkewajiban untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai insan politik guna melakukan perilaku politik yang telah disusun secara baik oleh undang-undang dasar dan perundangan hukum yang berlaku</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlis.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlis.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlis.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlis.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlis.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlis.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlis.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlis.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlis.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlis.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlis.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlis.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlis.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlis.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=11&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93f7f69db5eb5dd46341ca5e2a1626a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurlis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budaya</title>
		<link>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/budaya/</link>
		<comments>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 05:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlis</dc:creator>
				<category><![CDATA[budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/budaya/</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian kebudayaan Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=9&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Pengertian kebudayaan</h2>
<p>Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah <em>Cultural-Determinism</em>.</p>
<p>Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai <em>superorganic</em>. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.</p>
<p>Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.</p>
<p>Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.</p>
<p>Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Unsur-unsur" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>] Unsur-unsur</h2>
<p>Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
<ul>
<li>alat-alat teknologi</li>
<li>sistem ekonomi</li>
<li>keluarga</li>
<li>kekuasaan politik</li>
</ul>
</li>
<li>Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
<ul>
<li>sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya</li>
<li>organisasi ekonomi</li>
<li>alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)</li>
<li>organisasi kekuatan (politik)</li>
</ul>
</li>
</ol>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Wujud dan komponen" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>] Wujud dan komponen</h2>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Wujud" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>] Wujud</h3>
<p>Menurut <strong>J.J. Hoenigman</strong>, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.</p>
<ul>
<li><strong>Gagasan (Wujud ideal)</strong><br />
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, <a title="Nilai sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nilai_sosial">nilai-nilai</a>, <a title="Norma sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Norma_sosial">norma-norma</a>, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya <a title="Abstrak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abstrak">abstrak</a>; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">warga masyarakat</a>. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Aktivitas (tindakan)</strong><br />
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan <strong>sistem sosial</strong>. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling <a title="Interaksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi">berinteraksi</a>, mengadakan kontak, serta bergaul dengan <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya <a title="Konkret (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konkret&amp;action=edit&amp;redlink=1">konkret</a>, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Artefak (karya)</strong><br />
Artefak adalah wujud kebudayaan <a title="Fisik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisik">fisik</a> yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.</li>
</ul>
<p>Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Komponen" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=5">sunting</a>] Komponen</h3>
<p>Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:</p>
<ul>
<li><strong>Kebudayaan material</strong><br />
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kebudayaan nonmaterial</strong><br />
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.</li>
</ul>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Hubungan antara unsur-unsur kebudayaan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=6">sunting</a>] Hubungan antara unsur-unsur kebudayaan</h2>
<p>Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain:</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=7">sunting</a>] Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)</h3>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Cangkul.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/41/Cangkul.jpg/200px-Cangkul.jpg" alt="" width="200" height="268" /></a>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Cangkul.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.</p>
</div>
</div>
</div>
<p><a title="Teknologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi">Teknologi</a> menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.</p>
<p>Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari <a title="Pertanian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian">pertanian</a> paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:</p>
<ul>
<li>alat-alat produktif</li>
<li><a title="Senjata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senjata">senjata</a></li>
<li>wadah</li>
<li>alat-alat menyalakan <a title="Api" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Api">api</a></li>
<li><a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a></li>
<li><a title="Pakaian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pakaian">pakaian</a></li>
<li>tempat berlindung dan perumahan</li>
<li>alat-alat <a title="Transportasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transportasi">transportasi</a></li>
</ul>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Sistem mata pencaharian hidup" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=8">sunting</a>] Sistem mata pencaharian hidup</h3>
<p>Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, di antaranya:</p>
<ul>
<li><a title="Berburu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berburu">berburu</a> dan meramu</li>
<li><a title="Beternak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Beternak">beternak</a></li>
<li>bercocok tanam di <a title="Ladang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ladang&amp;action=edit&amp;redlink=1">ladang</a></li>
<li>menangkap <a title="Ikan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan">ikan</a></li>
</ul>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Sistem kekerabatan dan organisasi sosial" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=9">sunting</a>] Sistem kekerabatan dan organisasi sosial</h3>
<p>Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. <a title="Meyer Fortes (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Meyer_Fortes&amp;action=edit&amp;redlink=1">Meyer Fortes</a> mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. Kekerabatan adalah unit-unit <a title="Sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosial">sosial</a> yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya. Dalam kajian <a title="Sosiologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi">sosiologi</a>-<a title="Antropologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi">antropologi</a>, ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti <a title="Keluarga ambilineal (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keluarga_ambilineal&amp;action=edit&amp;redlink=1">keluarga ambilineal</a>, <a title="Marga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marga">klan</a>, <a title="Fatri (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fatri&amp;action=edit&amp;redlink=1">fatri</a>, dan <a title="Paroh masyarakat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paroh_masyarakat&amp;action=edit&amp;redlink=1">paroh masyarakat</a>. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti <a title="Keluarga inti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga_inti">keluarga inti</a>, <a title="Keluarga luas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keluarga_luas&amp;action=edit&amp;redlink=1">keluarga luas</a>, <a title="Keluarga bilateral (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keluarga_bilateral&amp;action=edit&amp;redlink=1">keluarga bilateral</a>, dan <a title="Keluarga unilateral (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keluarga_unilateral&amp;action=edit&amp;redlink=1">keluarga unilateral</a>.</p>
<p>Sementara itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan <a title="Hukum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum">hukum</a>, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan <a title="Negara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara">negara</a>. Sebagai <a title="Makhluk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk">makhluk</a> yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk <a title="Organisasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi">organisasi sosial</a> untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Bahasa" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=10">sunting</a>] Bahasa</h3>
<p><a title="Bahasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa">Bahasa</a> adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling <a title="Komunikasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi">berkomunikasi</a> atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.</p>
<p>Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, <a title="Komunikasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi">berkomunikasi</a>, dan alat untuk mengadakan <a title="Integrasi sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Integrasi_sosial">integrasi</a> dan <a title="Adaptasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adaptasi">adaptasi</a> sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan <a title="Seni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seni">seni</a> (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi <a title="Ilmu pengetahuan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_pengetahuan">ilmu pengetahuan</a> dan <a title="Teknologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi">teknologi</a>.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Kesenian" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=11">sunting</a>] Kesenian</h3>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:%C3%84gyptischer_Maler_um_1400_v._Chr._001.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/aa/%C3%84gyptischer_Maler_um_1400_v._Chr._001.jpg/200px-%C3%84gyptischer_Maler_um_1400_v._Chr._001.jpg" alt="" width="200" height="166" /></a>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:%C3%84gyptischer_Maler_um_1400_v._Chr._001.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Karya <a title="Seni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seni">seni</a> dari peradaban <a title="Mesir kuno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir_kuno">Mesir kuno</a>.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> akan keindahan yang dinikmati dengan <a title="Mata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata">mata</a> ataupun <a title="Telinga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telinga">telinga</a>. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Sistem kepercayaan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=12">sunting</a>] Sistem kepercayaan</h3>
<div>
<dl>
<dd><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">Agama</a></em></dd>
</dl>
</div>
<p>Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> dalam menguasai dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem <a title="Alam semesta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alam_semesta">jagad raya</a> ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">religi</a> atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta.</p>
<p>Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Agama (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>Religion</em>, yang berasar dari <a title="Bahasa Latin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Latin">bahasa Latin</a> <em>religare</em>, yang berarti &#8220;menambatkan&#8221;), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. <em>Dictionary of Philosophy and Religion</em> (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>&#8230; sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#cite_note-0">[1]</a></sup></p></blockquote>
<p>Agama biasanya memiliki suatu prinsip, seperti &#8220;10 Firman&#8221; dalam agama Kristen atau &#8220;5 rukun Islam&#8221; dalam agama Islam. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan, seperti misalnya dalam sistem <a title="Teokrasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teokrasi">teokrasi</a>. Agama juga mempengaruhi kesenian.</p>
<h4>[<a title="Sunting bagian: Agama Samawi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=13">sunting</a>] Agama Samawi</h4>
<p><a title="Agama Samawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Samawi">Agama Samawi</a> atau agama Abrahamik meliputi <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>, <a title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a> (<a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a> dan <a title="Katolik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katolik">Katolik</a>) dan <a title="Agama Yahudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Yahudi">Yahudi</a>.</p>
<dl>
<dt>Agama Yahudi</dt>
</dl>
<p>Yahudi adalah salah satu agama yang —jika tidak disebut sebagai yang pertama— tercatat sebagai agama <a title="Monotheisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monotheisme">monotheistik</a> dan salah satu agama tertua yang masih ada sampai sekarang. Nilai-nilai dan sejarah umat <a title="Yahudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi">Yahudi</a> adalah bagian utama dari agama Ibrahim lainnya, seperti <a title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a> dan <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>.</p>
<dl>
<dt>Agama Kristen</dt>
</dl>
<p>Kristen adalah salah satu agama penting yang berhasil mengubah wajah kebudayaan Eropa dalam 1.700 tahun terakhir. Pemikiran para filsuf modern pun banyak terpengaruh oleh para filsuf <a title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a> semacam <a title="St. Thomas Aquinas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/St._Thomas_Aquinas">St. Thomas Aquinas</a> dan <a title="Desiderius Erasmus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Desiderius_Erasmus">Erasmus</a>.</p>
<dl>
<dt>Agama Islam</dt>
</dl>
<p>Islam adalah agama tertua di dunia, agama ini merupakan sumber dari beberapa agama yang pada prosesnya berubah menjadi beberapa agama. Agama Islam merupakan agama monotheime/atau monotheistik pertama dan tertua<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup>. Agama lain merupakan modifikasi manusia dari agama islam<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup>. kita bisa lihat dari perkembangan agama dari nabi-nabi terdahulu. Agama Islam hanya mengenal satu Tuhan yaitu Allah. Dan semua Nabi dan Rasul, dari Nabi Adam, Idris, Nuh, Hud, Soleh,Ibrahim,Luth, Ismail, Ishak, Yakub, Yusuf, Ayyub, Syueb,Musa,Harun, dzulkifli, Daud, Sulaiman, Yunus,Zakaria, Yahya, Isa dan para nabi serta rasul lainnya sampai Nabi terakhir yaitu Muhammad saw mengakui bahwa &#8221; Tidak ada Tuhan selain Allah &#8220;.</p>
<p>Agama Islam telah berhasil merubah cara pandang orang-orang eropa terhadap kebudayaan, seperti ilmu-ilmu fisika, matematika, biologi, kimia dan lain-lain<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup> oleh para fislsuf barat yang kemudian hal itu diubah dan diakui oleh orang-orang eropa bahwa hal itu merupakan hasil karya orang eropa asli, Terutama oleh kalangan para filsafat.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup> Sementara itu, nilai dan norma agama Islam banyak mempengaruhi kebudayaan <a title="Timur Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timur_Tengah">Timur Tengah</a> dan <a title="Afrika Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika_Utara">Afrika Utara</a>, dan juga sebagian wilayah <a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a>.</p>
<h4>[<a title="Sunting bagian: Filosofi dan Agama dari Timur" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=14">sunting</a>] Filosofi dan Agama dari Timur</h4>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Agni_god_of_fire.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/fe/Agni_god_of_fire.jpg/110px-Agni_god_of_fire.jpg" alt="" width="110" height="165" /></a>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Agni_god_of_fire.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><a title="Agni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agni">Agni</a>, dewa api agama <a title="Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a></p>
</div>
</div>
</div>
<div>
<dl>
<dd><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Filosofi Timur (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Filosofi_Timur&amp;action=edit&amp;redlink=1">Filosofi Timur</a> dan <a title="Agama dari timur (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Agama_dari_timur&amp;action=edit&amp;redlink=1">Agama dari timur</a></em></dd>
</dl>
</div>
<p>Filosopi dan Agama seringkali saling terkait satu sama lain pada kebudayaan Asia. Agama dan filosofi di Asia kebanyakan berasal dari India dan China dan menyebar disepanjang benua Asia melalui difusi kebudayaan dan <a title="Migrasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Migrasi">migrasi</a>.</p>
<p><a title="Hinduisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hinduisme">Hinduisme</a> adalah sumber dari <a title="Buddhisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buddhisme">Buddhisme</a>, cabang <a title="Mahayana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahayana">Mahāyāna</a> yang menyebar di sepanjang utara dan timur <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> sampai <a title="Tibet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tibet">Tibet</a>, China, Mongolia, Jepang dan Korea dan China selatan sampai Vietnam. <a title="Theravada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Theravada">Theravāda</a> Buddhisme menyebar di sekitar <a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a>, termasuk Sri Lanka, bagian barat laut China, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Thailand.</p>
<p>Agama <a title="Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a> dari <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a>, mengajarkan pentingnya elemen nonmateri sementara sebuah pemikiran India lainnya, <a title="Carvaka (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Carvaka&amp;action=edit&amp;redlink=1">Carvaka</a>, menekankan untuk mencari kenikmatan di dunia.</p>
<p>Konghucu dan Taoisme, dua filosofi yang berasal dari <a title="Cina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cina">Cina</a>, mempengaruhi baik religi, seni, politik, maupun tradisi filosofi di seluruh Asia.</p>
<p>Pada abad ke-20, di kedua negara berpenduduk paling padat se-Asia, dua aliran filosofi politik tercipta. <a title="Mahatma Gandhi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahatma_Gandhi">Mahatma Gandhi</a> memberikan pengertian baru tentang <a title="Ahimsa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahimsa">Ahimsa</a>, inti dari kepercayaan Hindu maupun <a title="Jainisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jainisme">Jaina</a>, dan memberikan definisi baru tentang konsep antikekerasan dan antiperang. Pada periode yang sama, <a title="Maoisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maoisme">filosofi</a> <a title="Komunisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme">komunisme</a> <a title="Mao Zedong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mao_Zedong">Mao Zedong</a> menjadi sistem kepercayaan sekuler yang sangat kuat di China.</p>
<h4>[<a title="Sunting bagian: Agama tradisional" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=15">sunting</a>] Agama tradisional</h4>
<div>
<dl>
<dd><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Agama tradisional (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Agama_tradisional&amp;action=edit&amp;redlink=1">Agama tradisional</a></em></dd>
</dl>
</div>
<p>Agama tradisional, atau terkadang disebut sebagai &#8220;agama nenek moyang&#8221;, dianut oleh sebagian suku pedalaman di <a title="Asia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia">Asia</a>, <a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a>, dan <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>. Pengaruh bereka cukup besar; mungkin bisa dianggap telah menyerap kedalam kebudayaan atau bahkan menjadi agama negara, seperti misalnya agama <a title="Shinto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shinto">Shinto</a>. Seperti kebanyakan agama lainnya, agama tradisional menjawab kebutuhan rohani manusia akan ketentraman hati di saat bermasalah, tertimpa musibah, tertimpa musibah dan menyediakan ritual yang ditujukan untuk kebahagiaan manusia itu sendiri.</p>
<h4>[<a title="Sunting bagian: &quot;American Dream&quot;" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=16">sunting</a>] &#8220;American Dream&#8221;</h4>
<p><a title="American Dream (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=American_Dream&amp;action=edit&amp;redlink=1">American Dream</a>, atau &#8220;mimpi orang Amerika&#8221; dalam bahasa Indonesia, adalah sebuah kepercayaan, yang dipercayai oleh banyak orang di <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a>. Mereka percaya, melalui kerja keras, pengorbanan, dan kebulatan tekad, tanpa memedulikan <a title="Status sosial (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Status_sosial&amp;action=edit&amp;redlink=1">status sosial</a>, seseorang dapat mendapatkan <a title="Mobilitas sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mobilitas_sosial">kehidupan yang lebih baik</a>. <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#cite_note-1">[2]</a></sup> Gagasan ini berakar dari sebuah keyakinan bahwa Amerika Serikat adalah sebuah &#8220;<a title="Kota di atas bukit (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kota_di_atas_bukit&amp;action=edit&amp;redlink=1">kota di atas bukit</a>&#8221; (atau <em>city upon a hill&#8221;</em>), &#8220;cahaya untuk negara-negara&#8221; (<em>&#8220;a light unto the nations&#8221;</em>),<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#cite_note-2">[3]</a></sup> yang memiliki nilai dan kekayaan yang telah ada sejak kedatangan para penjelajah Eropa sampai generasi berikutnya.</p>
<h4>[<a title="Sunting bagian: Pernikahan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=17">sunting</a>] Pernikahan</h4>
<p>Agama sering kali mempengaruhi pernikahan dan perilaku seksual. Kebanyakan gereja Kristen memberikan pemberkatan kepada pasangan yang menikah; gereja biasanya memasukkan acara pengucapan janji pernikahan di hadapan tamu, sebagai bukti bahwa komunitas tersebut menerima pernikahan mereka. Umat Kristen juga melihat hubungan antara Yesus Kristus dengan gerejanya. <a title="Gereja Katolik Roma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja_Katolik_Roma">Gereja Katolik Roma</a> mempercayai bahwa sebuah perceraian adalah salah, dan orang yang bercerai tidak dapat dinikahkan kembali di gereja. Sementara Agama Islam memandang pernikahan sebagai suatu kewajiban. Islam menganjurkan untuk tidak melakukan perceraian, namun memperbolehkannya.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Sistem ilmu dan pengetahuan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=18">sunting</a>] Sistem ilmu dan pengetahuan</h3>
<p>Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. <a title="Pengetahuan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan">Pengetahuan</a> dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, dan berpikir menurut logika, atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (<em>trial and error</em>).</p>
<p>Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi:</p>
<ul>
<li>pengetahuan tentang <a title="Alam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alam">alam</a></li>
<li>pengetahuan tentang <a title="Tumbuh-tumbuhan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuh-tumbuhan">tumbuh-tumbuhan</a> dan <a title="Hewan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hewan">hewan</a> di sekitarnya</li>
<li>pengetahuan tentang tubuh <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a>, pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia</li>
<li>pengetahuan tentang <a title="Ruang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ruang">ruang</a> dan <a title="Waktu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waktu">waktu</a></li>
</ul>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Perubahan sosial budaya" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=19">sunting</a>] Perubahan sosial budaya</h2>
<div>
<dl>
<dd><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Perubahan sosial budaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial_budaya">Perubahan sosial budaya</a></em></dd>
</dl>
</div>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Indig2.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f5/Indig2.jpg/200px-Indig2.jpg" alt="" width="200" height="196" /></a>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Indig2.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. <strong>Hirschman</strong> mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.</p>
<p>Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perubahan sosial:</p>
<ol>
<li>tekanan kerja dalam masyarakat</li>
<li>keefektifan komunikasi</li>
<li>perubahan lingkungan alam.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#cite_note-3">[4]</a></sup></li>
</ol>
<p>Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya <a title="Zaman es" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaman_es">zaman es</a> berujung pada ditemukannya sistem <a title="Pertanian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian">pertanian</a>, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Penetrasi kebudayaan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=20">sunting</a>] Penetrasi kebudayaan</h2>
<p>Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:</p>
<dl>
<dt><strong>Penetrasi damai <em>(penetration pasifique)</em></strong></dt>
<dd>Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan <a title="Sejarah Nusantara pada era kerajaan Hindu-Buddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_pada_era_kerajaan_Hindu-Buddha">Hindu</a> dan <a title="Islam di Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Indonesia#Sejarah_masuknya_Islam">Islam</a> ke Indonesia<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup>. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.<br />
Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan <em>Akulturasi</em>, <em>Asimilasi</em>, atau <em>Sintesis</em>. <a title="Akulturasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi">Akulturasi</a> adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. <a title="Asimilasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asimilasi">Asimilasi</a> adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan <a title="Sintesis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sintesis">Sintesis</a> adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.</dd>
</dl>
<dl>
<dt><strong>Penetrasi kekerasan <em>(penetration violante)</em></strong></dt>
<dd>Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan <a title="Dunia Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dunia_Barat">Barat</a> ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup>.</dd>
</dl>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Cara pandang terhadap kebudayaan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=21">sunting</a>] Cara pandang terhadap kebudayaan</h2>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Kebudayaan sebagai peradaban" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=22">sunting</a>] Kebudayaan sebagai peradaban</h3>
<p>Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan &#8220;budaya&#8221; yang dikembangkan di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a> pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang &#8220;budaya&#8221; ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap &#8216;kebudayaan&#8217; sebagai &#8220;peradaban&#8221; sebagai lawan kata dari &#8220;<a title="Alam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alam">alam</a>&#8220;. Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.</p>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Degas-_La_classe_de_danse_1874.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d3/Degas-_La_classe_de_danse_1874.jpg/150px-Degas-_La_classe_de_danse_1874.jpg" alt="" width="150" height="170" /></a>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Degas-_La_classe_de_danse_1874.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Artefak tentang &#8220;kebudayaan tingkat tinggi&#8221; (<em>High Culture</em>) oleh <a title="Edgar Degas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Edgar_Degas">Edgar Degas</a>.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Pada prakteknya, kata <em>kebudayaan</em> merujuk pada benda-benda dan <a title="Aktivitas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aktivitas&amp;action=edit&amp;redlink=1">aktivitas</a> yang &#8220;elit&#8221; seperti misalnya memakai <a title="Baju" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baju">baju</a> yang berkelas, <em><a title="Seni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seni">fine art</a></em>, atau mendengarkan <a title="Musik klasik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musik_klasik">musik klasik</a>, sementara kata <em>berkebudayaan</em> digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang &#8220;berkelas&#8221;, elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah &#8220;berkebudayaan&#8221;.</p>
<p>Orang yang menggunakan kata &#8220;kebudayaan&#8221; dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang &#8220;berkebudayaan&#8221; disebut sebagai orang yang &#8220;tidak berkebudayaan&#8221;; bukan sebagai orang &#8220;dari kebudayaan yang lain.&#8221; Orang yang &#8220;tidak berkebudayaan&#8221; dikatakan lebih &#8220;alam,&#8221; dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari <a title="Kebudayaan tingkat tinggi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebudayaan_tingkat_tinggi&amp;action=edit&amp;redlink=1">kebudayaan tingkat tinggi</a> (<em>high culture</em>) untuk menekan pemikiran &#8220;<a title="Manusia alami (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manusia_alami&amp;action=edit&amp;redlink=1">manusia alami</a>&#8221; (<em>human nature</em>)</p>
<p>Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan dan tidak berkebudayaan- dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan &#8220;tidak alami&#8221; yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. Dalam hal ini, <a title="Musik tradisional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musik_tradisional">musik tradisional</a> (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan &#8220;jalan hidup yang alami&#8221; (<em>natural way of life</em>), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.</p>
<p>Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep <a title="Monadik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Monadik&amp;action=edit&amp;redlink=1">monadik</a> yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap &#8220;tidak elit&#8221; dan &#8220;kebudayaan elit&#8221; adalah sama &#8211; masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai <a title="Kultur populer (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kultur_populer&amp;action=edit&amp;redlink=1">kultur populer</a> (<em>popular culture</em>) atau <em>pop kultur</em>, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Kebudayaan sebagai &quot;sudut pandang umum&quot;" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=23">sunting</a>] Kebudayaan sebagai &#8220;sudut pandang umum&#8221;</h3>
<p>Selama <a title="Romantisisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Romantisisme">Era Romantis</a>, para cendekiawan di <a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a>, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan <a title="Nasionalisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nasionalisme">nasionalisme</a> &#8211; seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan <a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a>, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan <a title="Austria-Hongaria" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Austria-Hongaria">Kekaisaran Austria-Hongaria</a> &#8211; mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam &#8220;sudut pandang umum&#8221;. Pemikiran ini menganggap suatu <strong>budaya</strong> dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara &#8220;berkebudayaan&#8221; dengan &#8220;tidak berkebudayaan&#8221; atau kebudayaan &#8220;primitif.&#8221;</p>
<p>Pada akhir abad ke-19, <a title="Antropologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi">para ahli antropologi</a> telah memakai kata <em>kebudayaan</em> dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori <a title="Evolusi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi">evolusi</a>, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.</p>
<p>Pada tahun 50-an, <a title="Subkebudayaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Subkebudayaan">subkebudayaan</a> &#8211; kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya &#8211; mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli <a title="Sosiologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi">sosiologi</a>. Pada abad ini pula, terjadi popularisasi ide <a title="Kebudayaan perusahaan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebudayaan_perusahaan&amp;action=edit&amp;redlink=1">kebudayaan perusahaan</a> &#8211; perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja <a title="Organisasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi">organisasi</a> atau tempat bekerja.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=24">sunting</a>] Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi</h3>
<p>Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah <em>produk</em> dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan <a title="Tribalisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tribalisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">tribalisme</a>.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Kebudayaan di antara masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=25">sunting</a>] Kebudayaan di antara masyarakat</h2>
<p>Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki <a title="Sub-kebudayaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sub-kebudayaan">sub-kebudayaan</a> (atau biasa disebut <em>sub-kultur</em>), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan <a title="Umur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umur">umur</a>, <a title="Ras" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ras">ras</a>, <a title="Suku bangsa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_bangsa">etnisitas</a>, <a title="Kelas sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelas_sosial">kelas</a>, <a title="Estetika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Estetika">aesthetik</a>, <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a>, <a title="Pekerjaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pekerjaan">pekerjaan</a>, pandangan <a title="Politik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik">politik</a> dan <a title="Gender" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gender">gender</a>,</p>
<p>Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.</p>
<ul>
<li><a title="Monokulturalisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monokulturalisme">Monokulturalisme</a>: Pemerintah mengusahakan terjadinya <a title="Asimilasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asimilasi">asimilasi</a> kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.</li>
</ul>
<ul>
<li><a title="Leitkultur (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Leitkultur&amp;action=edit&amp;redlink=1">Leitkultur</a> (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh <a title="Bassam Tibi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bassam_Tibi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bassam Tibi</a> di <a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a>. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.</li>
</ul>
<ul>
<li><a title="Melting Pot (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Melting_Pot&amp;action=edit&amp;redlink=1">Melting Pot</a>: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.</li>
</ul>
<ul>
<li><a title="Multikulturalisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme">Multikulturalisme</a>: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.</li>
</ul>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Kebudayaan menurut wilayah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya&amp;action=edit&amp;section=26">sunting</a>] Kebudayaan menurut wilayah</h2>
<div>
<dl>
<dd><em><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Kebudayaan menurut wilayah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebudayaan_menurut_wilayah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kebudayaan menurut wilayah</a></em></dd>
</dl>
</div>
<p>Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, hubungan dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Selain kemajuan teknologi dan informasi, hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor <a title="Perdagangan internasional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_internasional">ekonomi</a>, <a title="Migrasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Migrasi">migrasi</a>, dan <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a>.</p>
<dl>
<dt>Afrika</dt>
</dl>
<p>Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa, seperti kebudayaan Sub-Sahara. Sementara itu, wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam.</p>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Hopi_weaver.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/72/Hopi_weaver.jpg/150px-Hopi_weaver.jpg" alt="" width="150" height="197" /></a>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Hopi_weaver.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Orang <a title="Hopi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hopi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hopi</a> yang sedang menenun dengan alat tradisional di <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a>.</p>
</div>
</div>
</div>
<dl>
<dt>Amerika</dt>
</dl>
<p>Kebudayaan di benua <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a> dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika; orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat), dan para imigran <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a> terutama <a title="Spanyol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spanyol">Spanyol</a>, <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a>, <a title="Perancis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis">Perancis</a>, <a title="Portugis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugis">Portugis</a>, <a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a>, dan <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>.</p>
<dl>
<dt>Asia</dt>
</dl>
<p><a title="Asia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia">Asia</a> memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain, meskipun begitu, beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain, seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a>, <a title="Korea" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korea">Korea</a>, dan <a title="Vietnam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam">Vietnam</a>. Dalam bidang agama, agama <a title="Budha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budha">Budha</a> dan <a title="Taoisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taoisme">Taoisme</a> banyak mempengaruhi kebudayaan di Asia Timur. Selain kedua Agama tersebut, <a title="Norma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Norma">norma</a> dan <a title="Nilai sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nilai_sosial">nilai</a> Agama <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> juga turut mempengaruhi kebudayaan terutama di wilayah <a title="Asia Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Selatan">Asia Selatan</a> dan <a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">tenggara</a>.</p>
<dl>
<dt>Australia</dt>
</dl>
<p>Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a> dan <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>. Kebudayaan Eropa dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan lingkungan benua <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a>, serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua Australia, <a title="Aborigin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aborigin">Aborigin</a>.</p>
<dl>
<dt>Eropa</dt>
</dl>
<p>Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah dijajahnya. Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan &#8220;<em>kebudayaan barat</em>&#8220;. Kebudayaan ini telah diserap oleh banyak kebudayaan, hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang pernah dijajah, kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani kuno, Romawi kuno, dan agama Kristen, meskipun kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa tahun ini.</p>
<dl>
<dt>Timur Tengah dan Afrika Utara</dt>
</dl>
<p>Kebudayaan didaerah <a title="Timur Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timur_Tengah">Timur Tengah</a> dan <a title="Afrika Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika_Utara">Afrika Utara</a> saat ini kebanyakan sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma agama <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>, meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di daerah ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlis.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlis.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlis.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlis.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlis.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlis.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlis.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlis.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlis.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlis.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlis.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlis.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlis.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlis.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlis.wordpress.com&amp;blog=10283460&amp;post=9&amp;subd=nurlis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlis.wordpress.com/2009/11/12/budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93f7f69db5eb5dd46341ca5e2a1626a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurlis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/41/Cangkul.jpg/200px-Cangkul.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/aa/%C3%84gyptischer_Maler_um_1400_v._Chr._001.jpg/200px-%C3%84gyptischer_Maler_um_1400_v._Chr._001.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/fe/Agni_god_of_fire.jpg/110px-Agni_god_of_fire.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f5/Indig2.jpg/200px-Indig2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d3/Degas-_La_classe_de_danse_1874.jpg/150px-Degas-_La_classe_de_danse_1874.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/72/Hopi_weaver.jpg/150px-Hopi_weaver.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
